Wednesday, September 18, 2019

BNPB : Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita. Kenali Bahayanya, Kurangi Risikonya. Budaya Sadar Bencana, Siap Untuk Selamat


Pentingnya kita menjaga alam, agar alam pun menjaga kita. Mari kenali bahayanya, untuk mengurangi risikonya. Masyarakat Indonesia sadar bencana, kita siap untuk selamat. Masyarakat Indonesia tangguh!


Sub Menu   [Tutup/Buka]
  1. Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita
  2. Ketika Alam "Marah", Kenali Bahayanya, Kurangi Risikonya
  3. Budaya Sadar Bencana, Siap Untuk Selamat
  4. Profil BNPB
  5. Indonesia Tangguh


  6. Artikel ini sedang diikutsertakan dalam blog competition #tangguhawards2019 Badan Nasional Penanggulangan Bencana #BNPB Indonesia.



    Daftar Pemilik Hak Cipta
    Kategori Pemilik Hak Cipta
    Artikel Arief Rahmat Pamungkas
    Foto Header Arief Rahmat Pamungkas
    Infografis Arief Rahmat Pamungkas
    Foto kegiatan bnpb.go.id
    Video bnpb.go.id
    Referensi BNPB, BMKG, LIPI, BPPT, BPS, dll
    Icon infografis Pixabay.com
    Lisensi icon Lisensi Pixabay tidak diperlukan atribusi. Gratis untuk penggunaan komersial.

Sahabat tangguh, kita percaya, negara Indonesia adalah negara yang kaya dengan sumber daya alam (SDA). Kekayaan sumber daya alam (SDA) Indonesia tersebar luas dari barat sampai timur. Isi perut bumi Indonesia kaya akan kandungan emas, perak, nikel, bauksit, batu bara, minyak bumi, dan gas alam. Hutan Indonesia kaya akan flora dan fauna. Perairan Indonesia kaya akan ikan dan pantai yang indah. Daratan Indonesia kaya akan tanah yang subur, sehingga bisa dimanfaatkan untuk pertanian dan perkebunan. Indonesia mendapatkan predikat sebagai negara yang gemah ripah loh jinawi, berkat kekayaan alam yang berlimpah.

Kekayaan alam Indonesia yang berlimpah adalah milik seluruh rakyat Indonesia. Kekayaan alam Indonesia harus dijaga dan dilestarikan, agar bisa dinikmati juga oleh generasi selanjutnya, yaitu anak dan cucu kita. Eksploitasi alam Indonesia, oleh kita saat ini, harus disertai upaya konservasi (menghemat penggunaan sumber daya alam dalam rangka menjaga kelangsungan kekayaan alam Indonesia) dan renewable resources (mendapatkan kembali kekayaan alam yang telah kita gunakan dengan proses alami).

Upaya konservasi dan renewable resources Sumber Daya Alam (SDA) Indonesia, bukan hanya menjadi tanggung jawab pihak terkait seperti Pemerintah, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia, serta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun swasta (pengusaha) yang mengelola dan mengeruk (mengeksploitasi) kekayaan alam Indonesia. Tanggung jawab konservasi alam adalah kewajiban kita semua, kewajiban seluruh warga negara Indonesia. Kewajiban untuk melestarikan kekayaan alam Indonesia oleh seluruh warga negara adalah amanat Undang Undang (UU) Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Apa yang bisa kita lakukan, untuk melestarikan kekayaan alam Indonesia, agar kekayaan alam Indonesia bisa dinikmati juga oleh generasi selanjutnya?

Kita jaga alam, alam jaga kita


Generasi kita saat ini, tidak boleh serakah dalam mengeksploitasi kekayaan alam Indonesia. Karena kekayaan alam Indonesia, menurut Undang Undang Dasar (UUD) 1945 pasal 33 ayat 3, dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran hajat hidup orang banyak, berdasarkan azas keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Generasi saat ini, harus bijaksana dalam memanfaatkan kekayaan alam Indonesia, agar kekayaan alam yang tidak dapat diperbaharui (unreneweable resources) ini, tidak cepat habis, dan generasi selanjutnya pun bisa turut menikmati.

Jangan karena nafsu, ambisi dan keserakahan segelintir manusia, kita membiarkan mereka mengeksploitasi kekayaan alam sampai merusak alam. Kerusakan alam akan membuat malapetaka untuk seluruh mahluk hidup. Sahabat tangguh, berikut adalah beberapa contoh perilaku manusia yang bisa mengakibatkan kerusakan alam, antara lain :

  1. Menebang pohon, tanpa sistem tebang pilih, dan tanpa upaya penanaman kembali (reboisasi).
  2. Pembukaan lahan dengan membakar hutan.
  3. Mencemari sungai, laut dan udara dengan limbah B3 (Bahan berbahaya dan beracun).
  4. Merusak ekosistem laut (terumbu karang) dengan penggunaan bom ikan saat menangkap ikan.

Update Berita Peristiwa Bencana Terbaru



Salah satu bencana kebakaran hutan yang sering terjadi. Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) telah mendapatkan penanganan khusus dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Gambar : Screenshot website BNPB.go.id


Dampak dari perilaku tidak bertanggung jawab pada poin 1-4 diatas telah merugikan keuangan negara sampai triliunan rupiah. Belum lagi, nominal tidak tertaksir, akibat kerugian immateriil, seperti gangguan kesehatan psikis dan jasmani yang dialami masyarakat.

Lalu, bagaimana sikap kita? Untuk penanganan pelaku pada poin 1-4 diatas, serahkan proses hukum kepada pihak yang berwenang. Sementara yang bisa kita lakukan adalah memulai langkah kecil dari diri sendiri, dengan melakukan upaya konkret pencegahan bencana untuk menjaga alam, agar alam menjaga kita.

Bencana, Tanda Alam Marah


Jangan bermain-main dengan alam. Alam memang memberikan kesejahteraan kepada mahluk hidup. Tetapi, ketika alam telah dirusak oleh tangan-tangan manusia, bersiaplah, alam bisa "marah" kapan saja. "Kemarahan" alam melahirkan sebuah ancaman bagi manusia, yang lazim disebut bencana.


Bencana terjadi akibat faktor alami dan keserakahan manusia. Kerusakan alam, akan menimbulkan bencana. Bencana di Indonesia, seperti kebakaran hutan, adalah contoh perbuatan manusia yang serakah, mengeruk kekayaan yang ada di alam, sampai mengorbankan kepentingan orang banyak. Sementara bencana yang terjadi secara alami, salah satunya karena Indonesia secara geologi berada diatas lempeng Indo-Australia, Eurasia dan lempeng Pasifik (Sumber : Buku Risiko Bencana Indonesia/RBI BNPB).

Sahabat tangguh, seharusnya manusia bisa hidup berdampingan dengan alam. Kita jaga alam, alam jaga kita. Satu sama lain saling melengkapi dan menjaga. Alam bukan penyebab bencana. Bencana terjadi karena ulah tangan-tangan manusia itu sendiri.

Kenali Bahayanya, Kurangi Risikonya


BNPB belum lama ini merilis data laporan perbandingan peristiwa bencana, di periode pertama yang sama, antara tahun ini (2019) dengan tahun lalu (2018). Jumlah peristiwa bencana mengalami peningkatan. Pun demikian dengan dampaknya. Lebih jelas simak infografis berikut :


Melihat dari data itu, perlu sahabat tangguh perhatikan, bahwa jumlah korban hilang, meninggal, dan luka-luka, mengalami kenaikan yang relatif signifikan. Untuk itulah diperlukan atensi dari Pemerintah, melalui lembaga terkait, untuk semakin intensif mengedukasi masyarakat akan dampak bencana.


Masing-masing kejadian bencana memiliki dampak. Dari semua bencana, secara umum dampaknya sangat berbahaya. Dampak bahaya bencana yang umum terjadi adalah bisa mengakibatkan kerusakan lingkungan, kehilangan harta benda, trauma, jatuh korban luka-luka sampai korban jiwa.

Mengetahui betapa bahayanya sebuah peristiwa bencana, sangat bagus untuk melakukan langkah-langkah preventif, agar bisa mengurangi risiko kerusakan dan jatuhnya korban, akibat dari bencana yang terjadi. Pada dasarnya, risiko kerusakan dan jatuhnya korban akibat bencana, bisa dikurangi, bahkan dihindari, dengan manajemen risiko yang baik, hasil mempelajari pola dan siklus bencana dari pengalaman bencana terdahulu.


Sejarah mencatat, dari setiap peristiwa bencana terbesar yang terjadi di dunia, Indonesia selalu masuk ke dalam daftar bencana terdahsyat di dunia. Indonesia memiliki banyak gunung berapi yang masih aktif, hutan yang luas, dataran tinggi, dll. Kita ambil contoh bencana akibat gunung berapi. Gunung berapi bisa menghadirkan bencana berupa erupsi (letusan) yang menyemburkan lava, lahar, gas vulkanik, abu dan awan panas.

Contoh lain bencana adalah kebakaran hutan dan lahan. Lebih tepatnya, sengaja dibakar untuk membuka lahan perkebunan baru. Mengutip statement Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ‎Letnan Jenderal‎ ‎TNI Doni Monardo, pada artikel "Kepala BNPB dan Panglima TNI Lakukan Anev dan Tinjau Karhutla Riau" di situs resmi BNPB, www.bnpb.go.id, bahwa 99% karhutla disebabkan oleh keserakahan manusia.

Sementara 1% lagi, karhutla terjadi karena suhu panas yang ekstrem, pembakaran sampah didekat hutan yang kering, atau akibat puntung rokok yang dibuang, masih dalam keadaan api menyala. Selain kedua contoh bencana diatas, mari kita simak daftar bencana yang berpotensi masih akan terjadi di Indonesia, pada infografis berikut :


Melihat fakta dari infografis potensi dan daerah rawan bencana di Indonesia terbaru diatas, masyarakat Indonesia harus mempersiapkan diri, untuk menghadapi bencana. Cara tepat dan efektif menghadapi bencana, untuk mengurangi risiko terburuk dari peristiwa bencana yang terjadi, adalah Budaya Sadar Bencana, Siap Untuk Selamat yang digagas oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Indonesia.

Budaya Sadar Bencana, Siap Untuk Selamat


Budaya sadar bencana artinya masyarakat menyadari bahwa Indonesia berpotensi mengalami berbagai peristiwa bencana. Kesadaran masyarakat bahwa Indonesia tidak akan lepas dari peristiwa bencana, bisa diwujudkan dalam bentuk mempersiapkan diri, sebelum bencana benar-benar terjadi. Tujuan dari mempersiapkan diri menghadapi bencana, bukan hanya sekedar untuk menyelamatkan diri sendiri, tapi diharapkan juga, bisa menyelamatkan semua keluarga dan harta benda. Sahabat tangguh, siap untuk selamat? Siap! Pelajari cara berikut ini.

Sebelum terjadi bencana


Sebelum bencana terjadi, banyak hal yang bisa dilakukan oleh sahabat tangguh, yaitu :

  1. Mencari tahu seluk beluk bencana, mulai dari proses terjadinya, bahayanya, dan dampaknya.
  2. Membuat perencanaan tanggap darurat. Buat plan A, plan B, dll.
  3. Memperkuat sistem pertahanan lingkungan tempat tinggal dalam rangka upaya pencegahan. Misalnya jika rumah sahabat tangguh berada di lokasi rawan gempa, buat rumah dengan struktur bangunan yang tahan gempa.
  4. Jika sudah tidak memungkinkan lagi, terpaksa relokasi. Cari tempat lain yang lebih aman.
  5. Memastikan identitas diri dan identitas seluruh anggota keluarga sudah terekam di data kependudukan dengan memiliki kartu identitas anak (KIA) maupun kartu tanda penduduk elektrik (E-KTP). Jangan sepelekan hal ini. Meskipun masuk kategori administrasi, data kependudukan yang terekam dan tercatat di Kemendagri ini, bisa digunakan untuk mengidentifikasi identitas korban. Terlebih, jika --maaf-- fisik korban sudah sulit untuk dikenali secara kasat mata .


Konservasi Alam


Upaya konservasi alam berikut ini adalah salah satu bentuk mitigasi bencana, yang bisa dilakukan oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Ayo, kita mulai dari diri sendiri, upaya konkret pencegahan bencana dalam rangka menjaga alam, agar alam menjaga kita.

  1. Buang sampah ke tempat sampah, jangan buang sampah sembarangan.


    Membuang sampah ke tempat sampah, agar lingkungan terjaga kerapian dan kebersihannya. Jangan membuang sampah sembarangan. Apalagi membuang sampah ke selokan dan sungai. Karena bisa mengakibatkan saluran selokan dan sungai menjadi tersumbat. Mampetnya saluran selokan dan sungai bisa menyebabkan banjir.


    Pisahkan sampah berdasarkan sifat dan zat. Sampah anorganik yang bisa di reuse (masih dapat digunakan) dan di recycle (daur ulang) lebih baik dikumpulkan untuk dijual ke pengepul barang bekas atau bank sampah. Selain bisa menghasilkan uang untuk kita, kita telah berperan mengurangi limbah, dengan mendaur ulang limbah menjadi barang baru yang memiliki kegunaan. Contoh sampah anorganik yang bisa di recycle (daur ulang) adalah botol plastik, kaleng minuman, dan styrofoam. Sampah yang tidak bisa dimanfaatkan kembali, sebaiknya dimusnahkan dengan cara dikubur kedalam tanah.


    Sebelum mengubur sampah, pastikan hanya ada sampah organik, jangan tercampur dengan sampah anorganik. Sampah organik adalah jenis sampah yang dapat mengurai sendiri oleh mikroorganisme, dengan cara dikubur di dalam tanah. Sampah organik yang dikubur di dalam tanah sangat bermanfaat untuk kesuburan tanah. Dengan kata lain, sampah organik bisa menjadi pupuk. Sampah organik termasuk kedalam kategori limbah yang ramah lingkungan. Contoh sampah organik adalah sisa makanan, sisa sayuran, dedaunan, kulit buah-buahan, dahan pohon, dan lain sebagainya.

    Khusus untuk sampah anorganik, sebaiknya jangan dibakar. Pembakaran sampah anorganik akan mencemari lingkungan, berupa asap pembakaran, dan kotoran atau abu sisa pembakaran. Asap dari pembakaran sampah anorganik ini sangat berbahaya. Saat sampah anorganik dibakar, akan menghasilkan karbonmonoksida (CO) yang menyebar ke udara. Jika terhirup oleh manusia, bisa merusak cara kerja hemoglobin -sel darah merah- yang biasa mengangkut dan mendistribusikan oksigen (O2) ke seluruh tubuh.


  2. Memperbaiki selokan depan rumah.


    Membuat dan memiliki selokan yang berfungsi sebagai drainase (saluran air). Selokan adalah jalan air yang sangat penting tapi sering terlupakan. Di perkotaan, jarang ditemukan selokan berukuran ideal. Bahkan, selokan di perkotaan, sudah dangkal, terbengkalai pula. Selokan banyak tertimbun dedaunan yang jatuh dan sampah plastik. Bersihkan selokan dari sampah secara rutin, agar air tidak meluap dan mengakibatkan genangan ketika turun hujan.

    Ukuran ideal sebuah selokan depan rumah di perkotaan adalah 1 m x 1 m. Artinya, kedalaman selokan 1 meter, dan lebar selokan 1 meter. Sementara ukuran ideal sebuah selokan rumah di pedesaan adalah 50 cm X 50 cm. Karena di desa, air lebih cepat terserap kedalam tanah berkat jarak antar bangunan masih renggang. Tidak seperti di kota, air lambat terserap kedalam tanah karena sudah tidak ada jarak antar bangunan dan banyak pondasi beton dari gedung-gedung pencakar langit.


    Sahabat tangguh bisa berkreasi mempercantik selokan dengan meniru selokan di negara Jepang. Di Jepang, selokan juga berfungsi seperti akuarium. Selokan di Jepang selain tertata dan merata keberadaannya, juga diisi ikan oleh masyarakatnya. Ikan yang dimasukkan ke selokan depan rumah di Jepang adalah jenis Koi. Sahabat tangguh pernah melihatnya di internet? Jika belum, silakan lihat di Google search ya, untuk mendapatkan inspirasi penataan selokan yang kekinian.

  3. Bepergian jarak jauh gunakan kendaraan ramah lingkungan


    Memiliki dan menggunakan kendaraan yang ramah lingkungan, untuk mengurangi pencemaran udara dari polusi asap kendaraan bermotor. Minimal, masyarakat memiliki dan menggunakan kendaraan yang telah lulus standar uji emisi kendaraan bermotor. Sebenarnya, ini adalah solusi alternatif, untuk masyarakat yang belum bisa meninggalkan kendaraan pribadi, karena pertimbangan biaya yang lebih ekonomis dan efektivitas waktu di perjalanan.

    Karena mobilitas Saya yang tinggi, jarak kantor yang relatif jauh, Saya merasakan lebih efisien menggunakan kendaraan pribadi roda dua, baik dari segi waktu maupun cost operasional. Terdengar egois memang. Saya mengakui itu. Tapi ini hanya sementara waktu, sampai Saya memiliki penghasilan lebih, agar bisa beralih ke moda transportasi massal. Untuk masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih baik dari Saya, Saya imbau untuk menggunakan moda transportasi massal, seperti bus, kereta api komuter, dan angkutan kota.


    Tetapi saat mudik ke kampung halaman, Saya biasa naik kereta api. Selain hemat, cepat, dan nyaman, naik kereta api bisa sambil melihat pemandangan alam Indonesia di jalur selatan yang eksotis.

  4. Bepergian jarak dekat gunakan moda transportasi massal.


    Menggunakan moda transportasi massal, untuk mengurangi kemacetan, yang berakibat kepada pencemaran lingkungan dari emisi gas buang kendaraan. Berangkat dan pulang kerja menggunakan moda transportasi massal adalah perilaku ideal untuk masyarakat urban. Public transportation juga cocok untuk mengantar makan siang ke restoran terdekat.

    Sahabat tangguh, moda tranportasi massal di kota-kota besar Indonesia, secara kualitas pelayanan sudah mulai membaik. Tarif menggunakan moda transportasi massal, yang dibebankan kepada masyarakat pun relatif terjangkau, berkat kebijakan subsidi (public service obligations/PSO) dari pemerintah.

    Armada transportasi massal sudah mulai banyak pilihan, dengan rute perjalanan yang semakin menjangkau wilayah pesisir. Sebagai contoh di ibu kota Jakarta, Jakarta telah memiliki bus dalam kota (Trans Jakarta), bus antar kota dalam provinsi (AKDP), bus antar kota antar provinsi (AKAP), kereta api komuter Jabodetabek, lintas rel terpadu (LRT), dan mass rapid transit (MRT).


    Menggunakan moda transportasi massal juga bisa menghemat penggunaan bahan bakar minyak (BBM) yang bersumber dari fosil. Lebih dianjurkan menggunakan sepeda untuk yang beraktivitas dalam jarak dekat. Penggunaan sepeda sangat cocok diterapkan pada anak-anak yang pergi dan pulang sekolah, karena jarak dari rumah ke sekolah relatif dekat. Berkat sistem zonasi sekolah, sudah banyak anak-anak yang mau menggunakan sepeda ke sekolah.

  5. Menanam tanaman di rumah.


    Memiliki tanaman hijau di pekarangan rumah. Siapa sahabat tangguh yang sudah memiliki rumah sendiri? Buat yang sudah punya rumah, sudah ada tanaman hijau belum, di rumah sahabat tangguh? Semoga sudah ada ya. Buat yang belum punya rumah, semoga segera diberikan kemudahan untuk bisa membeli/membangun rumah impiannya, aaamiiin. Setelah punya rumah, jangan lupa berikan sentuhan hijau agar rumah sahabat tangguh memiliki udara yang segar, sejuk, dan sehat.


    Tanaman hijau di pekarangan rumah, baik di teras maupun di halaman belakang, bisa mempercantik tampilan rumah sahabat tangguh. Selain tanaman hijau, sahabat tangguh juga bisa menanam tanaman obat dan pohon buah-buahan. Tanaman obat berkhasiat tinggi dan pohon buah-buahan yang bisa ditanam di pekarangan rumah antara lain jahe, kunyit, kencur, kumis kucing, daun sirih, pepaya, jambu, mangga, rambutan, dan lain sebagainya.

    Dari rumah hijau yang nyaman, asri, sejuk, segar, dan sehat bisa menghasilkan semangat dalam beraktivitas. Ide-ide cemerlang juga bisa muncul dari sini. Manfaat memiliki rumah yang bernuansa alam bisa meningkatkan produktifitas manusia.

  6. Bijak menggunakan air.


    Menggunakan air secukupnya. Kenapa harus hemat air? Bukankah Indonesia adalah negara maritim dengan laut yang luas? Ambil saja air laut jika kekurangan air? Logika yang benar, tetapi bukan cara yang tepat. Karena konsumsi air di masyarakat, sudah umum menggunakan air tanah untuk mandi, cuci dan kakus (MCK).


    Sahabat tangguh, air adalah sumber kehidupan. Kekurangan air bersih bisa berdampak kepada penurunan kualitas kesehatan. Dan air tanah di perkotaan, banyak yang sudah tercemar. Saya tinggal di salah satu kota penyangga ibu kota, merasakan air yang kotor, berbau, dan berwarna.

  7. Kurangi pemakaian kaca.


    Menggunakan jendela dengan sedikit kaca pada dinding rumah. Ini adalah upaya untuk mengurangi peningkatan rata-rata suhu bumi (global warming). Isu pemanasan global ini sudah mengemuka sejak lama, sahabat tangguh. Mungkin ada sahabat tangguh yang sudah tidak asing lagi mendengar kata-kata pemanasan global?


    Pemanasan global terjadi karena energi panas dari matahari, memantul ke segala arah di bumi, yang dipantulkan oleh atmosfer, gas rumah kaca, dan polutan seperti karbondioksida (CO2) dari asap kendaraan bermotor serta asap pabrik yang membuat atmosfer semakin menipis.

    Sahabat tangguh, dampak dari meningkatnya rata-rata suhu bumi (pemanasan global/global warming) antara lain adalah kualitas dan kuantitas produksi pangan menjadi turun, kekeringan, permukaan air laut naik, pola cuaca yang tidak teratur, gelombang panas, kebakaran hutan, dan meningkatnya infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).

  8. Hindari penggunaan plastik dan styrofoam.


    Mengurangi penggunaan plastik dan styrofoam. Masyarakat di perkotaan, sudah terbiasa dengan plastik ketika berbelanja dan styrofoam saat makan siang atau sore, karena dianggap praktis. Tahukah sahabat tangguh bahwa plastik dan styrofoam mengandung bahan berbahaya? Ya, bahan pembuatan plastik dan styrofoam salah satunya adalah benzena. Menurut World Health Organization, benzena adalah zat kimia bersifat karsinogenik, yang artinya dapat membuat sel kanker tumbuh di dalam tubuh.


    Pemerintah sempat mengeluarkan imbauan untuk mengurangi penggunaan plastik. Masyarakat dianjurkan untuk menggunakan tempat makan, minum, dan tas belanja yang ramah lingkungan. Tempat makan, minum, dan tas belanja yang ramah lingkungan adalah yang bisa digunakan berulang kali, bukan sekali pakai lalu dibuang.

  9. Gunakan alat elektronik hemat energi.


    Menggunakan energi dengan bijak. Siapa sahabat tangguh yang masih lupa mematikan peralatan listrik setelah tidak digunakan? Sahabat tangguh, mematikan peralatan listrik setelah tidak digunakan memang terlihat sepele. Tanpa sahabat tangguh sadari, melepas colokan listrik dari steker, setelah tidak dipakai, bisa mencegah arus pendek (korsleting listrik), yang sering berakibat kebakaran.


    Perlu sahabat tangguh ketahui juga, bahwa listrik yang kita nikmati saat ini, berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), yang sumber energi utamanya berasal dari batu bara, gas alam, dll. Semua sumber energi PLTU merupakan Sumber Daya Alam (SDA) yang tidak dapat diperbaharui. Sekalipun dapat diperbaharui, memerlukan fosil yang telah tertimbun dalam jangka waktu yang lama. Langkah konkret untuk menghemat listrik adalah mematikan dan mencabut perangkat yang tidak digunakan dari colokan listrik.

    Sahabat tangguh juga bisa membeli dan menggunakan berbagai alat elektronik seperti bohlam lampu, air conditioner (ac), kulkas, dispenser, rice cooker, dan televisi (tv) yang sudah go green alias hemat energi dan ramah lingkungan.

Rasanya kurang adil, jika masyarakat dituntut untuk menjaga alam, sementara pemerintah dan pelaku usaha tidak mendapatkan pressure (tekanan/tuntutan) yang sama. Pemerintah dan pelaku usaha harus bersinergi dalam upaya mitigasi bencana. Karena pemerintah dan pengusaha adalah operator yang memanfaatkan kekayaan alam Indonesia. Sinergi dan kolaborasi pemerintah dengan swasta, dalam upaya konservasi alam, dapat berupa :

  1. Mencari terobosan energi alternatif terbarukan yang lebih ramah lingkungan.
  2. Memperketat regulasi eksploitasi SDA.
  3. Penegakan supremasi hukum terhadap pelanggar regulasi
  4. Meningkatkan edukasi pentingnya menjaga kelestarian alam.

Simulasi Bencana


Simulasi bencana adalah upaya edukasi kepada masyarakat, agar ketika bencana terjadi, sudah memiliki cara untuk escape --menyelamatkan diri, keluarga dan harta benda-- serta survive --bertahan hidup-- jika harus mengungsi sementara waktu di tempat pengungsian .

Simulasi bencana melibatkan masyarakat dan berbagai unsur pemerintah seperti BNPB, TNI, Polri, Dinkes, Damkar, dst. Karena masyarakat Indonesia ini penduduknya banyak, tentu tidak mungkin dilakukan simulasi satu persatu di setiap keluarga, misalnya. Maka simulasi bencana diprioritaskan diberikan kepada wilayah yang memiliki kerawanan bencana paling tinggi terlebih dahulu.

Disusul kemudian, mengedukasi masyarakat yang berada diluar wilayah paling rawan, agar tidak terlena dengan keadaan aman, melalui sosialisasi di berbagai media, baik media massa, sosial, komunitas, dll. Upaya edukasi melalui berbagai platform media sudah dilakukan oleh negara. Sebagai insan tangguh, kita bisa turut menyebarluaskan (share/repost) berbagai konten edukatif kebencanaan di media sosial pribadi.

Sudahkan sahabat tangguh mengetahui cara-cara menyelamatkan diri dari situasi darurat atau bencana? Untuk menjadi masyarakat yang tangguh dalam menghadapi bencana, ketahui dasar-dasar upaya menyelamatkan diri dan cara bertahan hidup sampai mendapatkan pertolongan dari petugas. Secara garis besar, ketahui dan persiapkan hal-hal berikut :


Plan A : Escape

Inti daripada rencana A adalah menjaga keselamatan jiwa. Sekecil apapun bencana yang sedang terjadi, lakukan rencana ini, escape, yang berarti jalan keluar dari situasi darurat. Siap untuk selamat? Mari kita mulai mengevakuasi diri dengan :

Tenang, jangan panik

Pikiran yang tenang, sangat menentukan. Ketenangan bisa membuat jiwa sahabat tangguh selamat. Sebaliknya, kepanikan justru membuat risiko menjadi korban bencana sangat tinggi. Ketenangan dalam berpikir dan bertindak, akan membawa langkah sahabat tangguh ke tempat yang aman, yaitu titik kumpul.

Jika sahabat tangguh sudah bekerja, dan bekerja di gedung bertingkat, mintalah kepada supervisor tentang peta gedung atau penjelasan mengenai standard operating procedure (SOP) proses evakuasi jika terjadi force majeur seperti bencana gempa atau kebakaran. Dengan mengetahui peta gedung beserta jalur evakuasi, sahabat tangguh bisa mengevakuasi diri sendiri saat terjadi bencana, meskipun tanpa dibantu petugas keamanan gedung.

Jauhi titik bencana

Sahabat tangguh, menjauhlah dari titik pusat bencana, setelah berhasil keluar dari situasi berbahaya. Sekalipun ada barang berharga yang tertinggal di lokasi bencana, biarkan saja, keselamatan jiwa yang utama, harta benda bisa dicari lagi.

Jangan pula sekali-kali mencoba ke lokasi bencana untuk mencari kerabat maupun keluarga, jika sahabat tangguh tidak memiliki pengetahuan, dan tidak dilengkapi alat pengaman.

Berkumpul di zona aman

Zona aman adalah tempat terbuka, untuk proses evakuasi, yang tanahnya stabil, tidak berada dibawah atau dekat dengan bangunan tinggi, dan mudah dijangkau oleh tim rescue.

Emergency Call : 112
Bencana Zona Aman
Tsunami Dataran tinggi
Banjir Dataran tinggi
Gempa Ruang terbuka
Longsor Ruang terbuka
Erupsi Gunung Api Ruang terbuka
Kebakaran Ruang terbuka
Kabut asap Diam di rumah

Setelah berkumpul di zona aman, hubungi nomor telepon darurat seperti milik BNPB/BPBD, Polisi, Basarnas, Tagana, PMI, dll yang sahabat tangguh ketahui. Jika keadaan darurat tidak berlangsung lama, sahabat tangguh bisa kembali ke tempat asal dengan tetap waspada.

Plan B : Survive

Plan B : Survive adalah rencana cadangan dari plan A. Jika keselamatan jiwa korban bencana sudah terjamin keselamatannya, maka plan B tidak perlu dijalankan. Plan B diperlukan ketika pertolongan dari regu penyelamat tidak kunjung tiba atau belum menemukan keberadaan kita. Untuk bisa bertahan dalam keadaan darurat, sebelum bencana terjadi, kita harus menyiapkan hal-hal berikut ini sahabat tangguh :

Alat Pelindung Diri

Untuk sahabat tangguh yang tinggal di tempat rawan bencana erupsi gunung berapi, gempa, longsor, tsunami, banjir, dan karhutla, wajib menyiapkan alat pelindung diri (APD). Jenis bencana erupsi gunung berapi, gempa, longsor, tsunami, banjir dan karhutla termasuk jenis bencana paling berisiko mengancam keselamatan jiwa. Sahabat tangguh bisa menggunakan APD seperti pada pekerja konstruksi.


Dengan menggunakan APD, diharapkan sahabat tangguh bisa meminimalisir potensi cedera akibat bencana. APD juga sangat bermanfaat untuk memudahkan tim rescue menemukan keberadaan kita pasca bencana terjadi.

Tas Siaga Bencana

Tas siaga bencana ini sangat vital keberadaanya selain APD. Jika APD bisa melindungi diri dari cedera, maka tas siaga bencana bisa menyelamatkan dokumen-dokumen berharga milik sahabat tangguh. Dokumen berharga jenis tertentu bahkan tidak bisa dibuat duplikat meskipun hilang atau rusak akibat force majeur. Jadi, untuk menjaga keamanan dokumen penting ini, siapkan tas siaga bencana dengan spesifikasi yang bisa menampung banyak barang-barang plus anti air ya sahabat tangguh.


Pada infografis tas siaga bencana diatas lebih menekankan kepada barang pokok untuk kepentingan survival. Maka, isi tas siaga bencana yang dianjurkan selain dokumen berharga, adalah peralatan APD, makanan dan obat-obatan (P3K). Jika masih memungkinkan diisi barang-barang lain, tas siaga bencana sebaiknya diisi uang, laptop dan powerbank.

Kalau masih ada ruang untuk menampung benda, penuhi tas siaga bencana dengan pakaian untuk beberapa hari, perlengkapan mandi, selimut, minuman, dan makanan tahan lama.

Sandi Survival

Sandi survival berupa bunyi suara alat atau tanda cahaya tertentu untuk menarik perhatian orang lain. Ini sangat penting jika sahabat tangguh mengalami bencana dashyat dan sudah berhari-hari belum dapat ditemukan oleh tim rescue. Sahabat tangguh bisa menggunakan alat seperti periwit/peluit, lampu senter, sampai asap dari api.


Lebih bagus lagi jika sahabat tangguh bisa sandi morse yang ada pada materi ekstrakurikuler Pramuka di SMP dan SMA. Jika tidak bisa, bunyikanlah periwit sekeras mungkin. Sebenarnya ada 1 benda lagi yang sangat berguna ketika terjadi bencana, yaitu radio komunikasi atau handy talky (HT). Frekuensi radio HT bisa tetap berfungsi dalam keadaan apapun, tidak seperti sinyal operator selular yang sering otomatis lumpuh begitu terjadi bencana.

Praktek Simulasi Bencana


Jika pada simulasi bencana diatas lebih kepada teori, maka untuk menguji kesadaran dan kesiapan masyarakat menghadapi bencana, teori yang telah dipelajari tadi perlu diaplikasikan dalam bentuk kegiatan simulasi lapangan. Dengan simulasi lapangan, kita bisa melakukan evaluasi, sejauh mana pengetahuan dan kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana.

Selain itu kita juga bisa menguji seberapa baik fungsi dari alat pendeteksi bencana dan alarm tanda bahaya. Dengan simulasi lapangan, masyarakat juga bisa dikenalkan dan diajarkan cara menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) untuk mengatasi kebakaran, pelampung untuk tidak tenggelam saat banjir, palu pemecah kaca pada bus, rem darurat pada kereta api, dll.

Saat terjadi bencana


Saat bencana terjadi, waktunya sahabat tangguh mengimplementasikan hasil rumusan rencana A maupun B, untuk manghindari risiko terburuk. Rencana A maupun B sama-sama berujung pada penempatan diri di meeting point/assembly point/titik kumpul. Setelah berada di titik kumpul, sahabat tangguh tinggal mengikuti arahan petugas. Jika bencana yang terjadi cukup dahsyat, sampai mengharuskan sahabat tangguh menjalankan rencana B, tunggu bantuan evakuasi datang.


Tetapi, manusia hanya bisa berencana. Dan, tidak ada rencana yang berjalan sempurna. Begitupun dengan peristiwa bencana, tidak bisa ditebak, kapan akan terjadi. Seringkali, bencana terjadi saat kita tidak siap. Sehingga tidak mengherankan jika setelah peristiwa bencana, ada saja cerita orang yang terjebak di dalam rumah, gedung, sampai toilet. Lalu, apa yang harus dilakukan jika dalam kondisi genting, malah terjebak di dalam bangunan? Simak tips berikut, sahabat tangguh :

  1. Selalu memprioritaskan melindungi kepala, leher bagian belakang dan mata.
  2. Cari benda tumpul disekitar yang bisa digunakan untuk memukul dan menghasilkan suara guna menarik perhatian orang lain. Tapi jika sahabat tangguh sudah sadar bencana, pasti memiliki periwit di saku celana yang bermanfaat saat keadaan emergency seperti ini.
  3. Berlindung dibawah benda yang empuk. Gunakan kasur, bantal, atau benda lainnya yang empuk untuk melindungi kepala dan leher bagian belakang dari potensi benturan/reruntuhan.
  4. Jika sahabat tangguh sedang berada di lantai atas gedung perkantoran ketika bencana terjadi, jangan turun menggunakan lift. Lebih baik, gunakan tangga darurat.
  5. Jika banjir melahap rumah, dan sahabat tangguh terjebak di dalam rumah, upayakan berpegangan ke papan pintu atau mendekati benda yang bisa digunakan untuk mengapung.

Setelah terjadi bencana


Meskipun peristiwa bencana baru saja berlalu, sebelum dan saat kembali ke rumah, sahabat tangguh harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut, untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan pasca bencana :

  1. Gunakan APD, minimal sepatu dan helm. Fungsi sepatu, untuk mengantisipasi terkena serpihan pecahan kaca akibat gempa, misalnya. Adapun helm bisa mencegah kepala terkena reruntuhan puing-puing.
  2. Hindari berada di tempat yang berpotensi tertimpa reruntuhan. Jika terjadi gempa susulan misalnya, sangat rentan jika sahabat tangguh berada dibawah lukisan, lemari yang tinggi, dsb.
  3. Jangan mengunci pintu, baik pintu kamar, maupun pintu utama untuk sementara waktu, sampai benar-benar dirasa aman.
  4. Lepas perangkat tabung gas dan berbagai perangkat listrik sementara waktu, untuk mencegah kemungkinan kebocoran gas maupun korsleting listrik.
  5. Periksa kondisi fisik pada seluruh tubuh, untuk memastikan tidak ada cidera yang memerlukan penanganan medis.
  6. Update informasi seputar peristiwa bencana yang baru saja terjadi dari sumber akurat, terpercaya, dan memiliki sumber daya yang lengkap soal kebencanaan, yaitu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Jangan percaya isu bencana susulan yang belum atau tidak dikonfirmasi kebenarannya oleh BNPB melalui berbagai medianya. Kadang Saya sendiri suka merasa kesal, karena dalam keadaan crowded, masih saja ada orang yang iseng menyebarkan berita bohong (hoax).

Tetapi, jika ada peristiwa bencana dahsyat terjadi, dan sahabat tangguh menjadi penyintas, maka sahabat tangguh harus mengetahui tata tertib di posko tanggap darurat bencana. Berikut etika penyintas di tempat pengungsian :


Sementara itu, penyintas juga memiliki hak normatif, untuk dilayani sebaik mungkin di posko tanggap darurat oleh petugas dan relawan. Hak penyintas, selama berada di posko tanggap darurat bencana, antara lain :

  1. Mendapatkan pemeriksaan dan pertolongan medis.
  2. Mendapatkan bantuan makanan dan minuman sehat bernutrisi.
  3. Mendapatkan tempat beristirahat yang layak.
  4. Mendapatkan bantuan logistik seperti selimut, bantal, pakaian layak pakai, dsb.

Lembaga yang bertanggung jawab mengkoordinasikan masa tanggap darurat bencana adalah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Apakah sahabat tangguh sudah tahu peranan BNPB? Yuk, kita berkenalan dengan BNPB.

Profil BNPB


Indonesia saat ini sudah memiliki pola manajemen risiko yang cukup baik dalam menghadapi bencana, berkat kehadiran lembaga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Indonesia. BNPB memiliki peran sebagai Chef de Mission. Artinya, semua upaya pencegahan dan penanggulangan bencana, ada dibawah garis koordinasi dan komando BNPB. Sebelumnya, Indonesia tidak memiliki badan/institusi negara yang secara khusus menangani kebencanaan. Saat bencana terjadi, adalah TNI, Polri, Basarnas, PMI, Tagana, dan berbagai organisasi swadaya masyarakat lain yang terjun ke lokasi bencana dengan komando dari masing-masing organisasi.


Tupoksi BNPB memang luas. Tetapi, BNPB tidak sendiri. BNPB dibantu BPBD Provinsi, BPBD Kabupaten/Kota, Basarnas, PMI, Tagana, Damkar, Dinsos, sampai korps relawan. Peran BNPB lebih tinggi dalam hal kebencanaan. Bencana yang dimaksud, adalah bencana alam. Tapi, bukan berarti BNPB tidak menguasai menyentuh bencana akibat non alam. Bencana sosial tetap menjadi atensi BNPB. Bahkan BNPB sering mensosialisasikan promosi kesehatan yang populer dengan istilah promkes. BNPB begitu intensif mengedukasi masyarakat tentang pola hidup sehat sehari-hari, yang berdampak baik bagi pribadi dan kelestarian alam. Apakah sahabat tangguh mau mendapatkan informasi lebih lengkap seputar kebencanaan dari BNPB dalam rangka meningkatkan wawasan dan literasi? Follow media sosial resmi BNPB berikut ini ya.


Sahabat tangguh, sudah tahu belum, kalau BNPB memiliki diorama seputar kebencanaan? Wow, miniatur 3D yang menarik pastinya. Yuk, rencanakan kegiatan liburan sahabat tangguh, ke diorama BNPB, tempat yang edukatif dan informatif, tapi tidak kalah menarik dengan tempat hiburan umum. Sahabat tangguh akan mendapatkan pengalaman empiris yang tidak akan bisa ditemukan di tempat lain.

Tokoh Teladan Sahabat Tangguh



Sutopo Purwo Nugroho lahir di Boyolali, 7 Oktober 1969 dan meninggal di Guangzhou, 7 Juli 2019. Semasa hidup, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB sejak November 2010 ini adalah salah satu sosok tangguh di BNPB yang figurnya populer di masyarakat.

Tokoh teladan yang tangguh ini dikenal masyarakat sebagai sosok panutan yang baik. Ditambah kisah inspiratif tentang perjuangannya melawan kanker.

Untuk mengenang dan mengabadikan jasa serta dedikasi dari sosok tokoh teladan yang tangguh ini, BNPB baru-baru ini membangun dan meeresmikan aula serba guna yang diberi nama aula Dr. Sutopo di Graha BNPB, jalan Pramuka No.38, RT 11 RW 5, Utan Kayu, Matraman, Jakarta.

Gagasan BNPB yang mengkampanyekan "Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita. Kenali Bahayanya, Kurangi Risikonya. Budaya Sadar Bencana, Siap Untuk Selamat" bertujuan untuk mewujudkan program Indonesia Tangguh. Apa itu Indonesia tangguh? Berikut adalah gambaran umum Indonesia Tangguh yang dicita-citakan BNPB.

Indonesia Tangguh


Insan Tangguh Milenial



Itulah jawaban Saya, ketika "ditodong" pertanyaan oleh teman, dengan pertanyaan : jika Saya sedang berada di sebuah gedung, lalu terdapat banyak orang di dalamnya, kemudian seketika terjadi gempa atau kebakaran, apa yang akan pertama kali Saya lakukan?

Saya berani menjawab seperti itu, karena sebagai insan tangguh, lebih baik mengambil risiko bertaruh nyawa, demi memastikan keselamatan orang banyak. Dengan terbukanya semua pintu, akses escape terbuka lebar. Sehingga bisa meminimalisir potensi banyak korban.

Indonesia tangguh adalah tujuan akhir dari berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan bencana yang sudah dilakukan selama ini. Indonesia tangguh berarti masyarakat siap dan mampu melewati berbagai peristiwa bencana. Upaya mitigasi bencana oleh masyarakat, pemerintah dan swasta yang bersinergi untuk mengurangi risiko dari setiap peristiwa bencana masih dan akan terus dilakukan. Dengan demikian, masyarakat Indonesia telah memiliki budaya sadar bencana sehingga siap untuk selamat.

Upaya mitigasi bencana di Indonesia juga tidak lepas dari peran orang-orang tangguh yang mengabdikan dirinya untuk kemanusiaan. Dedikasi, integritas, loyalitas dan pengorbanan mereka tidak diragukan lagi. Bagi Saya, relawan dan petugas adalah pahlawan, karena siap menanggung risiko terburuk demi kelangsungan hidup orang banyak. Sungguh, sangat mulia.


Petugas dan relawan yang diturunkan ke lokasi bencana adalah orang-orang pilihan dengan kompetensi masing-masing. Selain memiliki wawasan dan keterampilan, petugas dan para relawan juga sudah memiliki jam terbang --berpengalaman-- di berbagai medan bencana.

Relawan, meskipun berstatus sukarela, peranannya ikut diatur dalam Peraturan Kepala BNPB nomor 17 tahun 2011, tentang Pedoman Relawan Penanggulangan Bencana. Bakti relawan bencana tidak bisa dipandang sebelah mata. Saya pun, ingin berbagi sedikit pengalaman ketika menjadi relawan bencana, 7 tahun silam. Berikut kisahnya :



Izin jalur, taruna (berita). Melaporkan kepada jajaran, 10-2 (posisi terakhir) medan ambon (mobil ambulans) berada di jepara (jalan) 10-8 (menuju) timur kupang pati (TKP/Lokasi). Percakapan menggunakan HT adalah salah satu contoh kegiatan Saya, semasa menjadi relawan kelompok kecakapan 23 (informasi dan komunikasi). Seru bukan? Foto : Dokumentasi pribadi.

Saya, Arief Rahmat Pamungkas, lulusan sekolah menengah atas (SMA) plus muatan lokal bidang kesehatan. Saat sekolah, Saya sudah aktif di berbagai organisasi sekolah, baik intra maupun ekstra. Dari situlah Saya mulai terbiasa menjadi relawan berkat aktif di berbagai organisasi.

Diluar sekolah, Saya juga tidak mau menyia-nyiakan masa muda tanpa menimba ilmu dan pengalaman. Berkat cuap-cuap berfaedah --jadi announcer radio komersial dan radio amatir-- Saya mendapatkan berbagai ilmu yang manfaatnya bisa dirasakan sampai saat ini.

Di organisasi radio amatir, Saya belajar dasar-dasar pengoperasian radio komunikasi. Organisasi radio amatir tempat Saya bernaung, sering menerjunkan Saya dkk sebagai relawan di lokasi bencana, untuk membantu kelancaran pelaporan situasi dari lokasi bencana yang akses komunikasinya terputus, dan juga, untuk ikut dalam proses evakuasi korban bencana.

Sementara itu di radio komersil, keisengan Saya disela-sela memenuhi request lagu dari pendengar, adalah suka menyisipkan cerita pengalaman saat Saya berada di lokasi bencana. Tujuannya tidak lain untuk mengedukasi masyarakat, agar mengetahui informasi kebencanaan, melalui media elektronik radio, yang saat itu masih cukup populer di kalangan masyarakat.

Ada perasaan bahagia bisa membantu saudara-saudara korban bencana ketika terjun ke lokasi. Meskipun hanya bisa memberikan bantuan tenaga, tetapi kehadiran kami --sebagai relawan-- sangat berarti bagi para korban bencana. Mereka merasa mendapatkan dukungan moril, dan tidak sendirian dalam menghadapi musibah.

Pengalaman yang paling berkesan selama menjadi relawan adalah merasakan soliditas sosial --solidaritas-- yang tinggi saat berada di lokasi bencana maupun di tempat pengungsian.



Saya (kedua dari kiri) berfoto bersama pegawai BPBD Provinsi Jawa Barat, berlatar sarana prasarana tangguh, di markas komando (Mako) BPBD Jawa Barat. Foto : Dokumentasi pribadi.

Suatu hari Saya mendapat kesempatan bermain ke markas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat. Kesempatan itu Saya pergunakan untuk melihat langsung sarana prasarana pencegahan dan penanggulangan bencana di daerah. Kesan Saya, merasa takjub luar biasa, melihat sarana prasarana yang relatif lengkap dan representatif.

Setelah berkunjung ke markas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, Saya merasakan optimisme, bahwa Indonesia bisa menjadi negara yang tangguh dalam menghadapi bencana. Tapi, dibutuhkan juga kepedulian seluruh masyarakat Indonesia, untuk menjaga alam, agar alam pun bersahabat dengan kita. Jangan lupa berdoa, memohon kepada Tuhan yang maha esa (YME), agar Indonesia diberikan kekuatan untuk melewati setiap peristiwa bencana dengan selamat, aaamiiin. *** ARP ***



Daftar Istilah
Istilah Arti
Penyintas Korban selamat
Erupsi Letusan
Waspada Hati-hati
Siaga Siap berjaga
Awas Ambil tindakan
Mitigasi Upaya mengurangi risiko
Relawan Tenaga sukarela
Search Pencarian
Rescue Menyelamatkan
Bencana Persitiwa yang mengancam keselamatan
Evakuasi Menjauhkan dari ancaman
Darurat Mendesak
ISPA Infeksi saluran pernafasan atas
Diorama Miniatur tiga dimensi
Rekonstruksi Mengembalikan keadaan semula
Paru-paru dunia Hutan
Illegal Logging Penebangan ilegal