Wednesday, August 7, 2019

Dear Ayah Bunda, Ketahui yuk Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini di Era Digital



Pentingnya pendidikan anak usia dini di era digital | www.viralterbaru.com - Semangat pagi! Apa kabar ayah, bunda, dan kakak-kakak pembaca viralterbaru.com? Doa dari Saya semoga ayah, bunda dan kakak-kakak dalam keadaan baik, sehat dan senantiasa ada dalam lindungan Tuhan YME, aaamiiin. Artikel ini akan membahas dengan lengkap pendidikan anak usia dini di era digital.


Sub Menu   [Tutup/Buka]

Saya ingin awali artikel inspiratif ini dengan berbagi sedikit pengalaman tentang menjadi orang tua yang mempunyai anak usia dini di zaman serba canggih dan populer dengan sebutan era digital. Seberapa penting pendidikan anak usia dini di era digital? Ayah, bunda, dan kakak-kakak yang baik, tolong baca sampai tuntas ya artikel ini, artikel yang Saya yakini bisa sangat bermanfaat untuk semua orang.


Tidak terasa sudah bulan Agustus. Di bulan Agustus, Saya selalu teringat momen bersejarah 4 tahun yang lalu, 17 Agustus 2015, saat lahir anak pertama di keluarga kami. Bayi mungil kemerah-merahan yang tampan dan menggemaskan itu kami beri nama Fatih Abdurrahman. Sebagai orang tua, kami merasa bangga dan bahagia bisa memiliki anak yang lahir tepat di tanggal proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.

Kelahiran anak pertama yang lahir di tanggal bersejarah, memanggil jiwa nasionalisme kami. Kami pun mendambakan suatu saat bisa melihat Fatih menjadi abdi negara yang mengabdi kepada bangsa dan negara Indonesia. Kami ingin membesarkan Fatih untuk menjadi orang yang berguna bagi agama, bangsa dan negara. Kami selalu berharap dan berdoa kepada Tuhan YME semoga diberikan umur panjang agar suatu hari nanti bisa melihat Fatih menjadi perwira tinggi TNI, aaamiiin.

17 Agustus tahun ini bertepatan dengan dirgahayu ke-74 negara Republik Indonesia. Mari kita sama-sama panjatkan doa agar siapapun pemimpin yang berkuasa diberikan kekuatan oleh Tuhan YME dalam menjaga dan memajukan negara kesatuan Republik Indonesia. Aaaamiiin. Sementara itu untuk keluarga kami, peringatan 17 Agustus 2019 sangat spesial dan bermakna. Anak pertama keluarga kami, Fatih Abdurrahman, tepat berusia 4 tahun di tanggal paling bersejarah dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia.

Makna usia 4 tahun adalah pertanda sudah saatnya Saya menyekolahkan anak ke lembaga pendidikan pra sekolah. Usia 4 tahun adalah usia yang ideal bagi anak untuk mendapatkan stimulasi pendidikan yang sistematis melalui lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Dengan anak masuk sekolah PAUD maka akan melengkapi berbagai tahapan pendidikan yang sudah kami ajarkan sejak usia 1-3 tahun.

Sebenarnya, masuk sekolah usia dini tidak saklek harus berusia minimal 4 tahun seperti anggapan Saya. Sebagai contoh, ada orang tua yang sudah membiasakan anak-anaknya belajar dan bermain di sekolah PAUD sejak usia sang anak belum mencapai 4 tahun. Karena menurut banyak ahli psikologi, tidak ada kepastian tentang batasan usia, pada usia berapa anak-anak siap untuk mendapatkan pendidikan.

Kurikulum pendidikan di Indonesia dimulai dari sejak pra sekolah seperti taman bermain (playgroup), pendidikan anak usia dini (PAUD), dan taman kanak-kanak (TK). Meskipun tidak wajib, pendidikan pra sekolah memiliki banyak manfaat untuk anak kita. Pendidikan pra sekolah seperti PAUD memang lebih fleksibel. Untuk masuk sekolah PAUD, anak-anak tidak diwajibkan bisa membaca, menulis dan berhitung.


Berikut adalah manfaat anak mengikuti kegiatan pra sekolah di PAUD untuk bahan pertimbangan para orang tua saat anak sudah mendekati usia 4 tahun.

1. Membantu kemampuan otak anak berkembang dengan pesat

Pada usia 5 tahun, pertumbuhan otak anak-anak akan mencapai 90% dari ukuran normal otak orang dewasa. Kemampuan otak anak yang sudah mendekati kemampuan otak orang dewasa perlu dilatih secara sistematis dan kontinyu (berkesinambungan) agar perkembangan struktur otak pada anak bisa berjalan optimal.

Kemampuan otak saat masih anak-anak sangat baik dalam merekam situasi/peristiwa dari berbagai macam hal yang dilihat dan didengar (pengalaman empiris). Oleh karena daya ingat pada memori anak-anak kita ini sangat kuat, sehingga bisa bertransformasi dalam bentuk perilaku anak di masa yang akan datang, maka tanamkanlah pada memori otak anak-anak kita segala macam hal-hal yang baik sejak dini.



Beberapa anak peserta didik Apple Tree Bsd sedang berkreativitas dengan memainkan alat musik. Foto : Apple Tree Pre-School BSD

Mengikuti kegiatan pra sekolah di PAUD, anak-anak akan diberikan stimulus (rangsangan) untuk berpikir dan bertindak logis (bermain dan belajar sesuai dengan usianya), kreatif (mau mencoba hal baru dengan menerapkan ide sendiri) dan kritis (rajin bertanya). Bermain dan belajar di PAUD sangat mengasyikkan sehingga proses perkembangan struktur otak anak bisa optimal.

2. Membantu anak memiliki pengetahuan akademis (aspek kognitif) dasar diatas rata-rata

Di negara manapun, sebagian besar anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Rasa ingin tahu yang tinggi pada anak-anak harus dimanfaatkan untuk diarahkan kepada keingintahuan akan ilmu pengetahuan. Dengan belajar sambil bermain di PAUD rasa penasaran anak bisa terpenuhi dengan cara yang mudah dicerna oleh anak-anak. Cara ini diyakini akan memberikan efek positif pada kemampuan akademisnya di jenjang pendidikan berikutnya.

Klaim manfaat luar biasa berupa kemampuan akademis diatas rata-rata ini berdasarkan dari beberapa penelitian ilmiah. Dari hasil riset berbagai lembaga studi terungkap bahwa anak-anak yang masuk ke sekolah pendidikan usia dini (PAUD) sebagian besar jarang mengulang pelajaran (remedial). Anak-anak yang sempat belajar di lembaga pendidikan anak usia dini banyak yang menjadi siswa-siswi berprestasi di jenjang pendidikan lebih tinggi.

Terjawabnya rasa ingin tahu anak juga bisa membuat anak-anak semakin mengeksplorasi potensi yang ada pada dirinya. Misalnya anak memiliki rasa penasaran dengan profesi pilot, maka ia akan mencari tahu seperti apa gaya pilot, dari mulai cara berbicara sampai berpakaian. Lalu timbul lah sebuah interest (ketertarikan) dengan meniru gaya pilot dari yang ia ketahui sedikit demi sedikit kemudian diterapkan dalam kehidupan sehari-harinya.



Seorang anak peserta didik Apple Tree Bsd sedang menggunakan seragam pilot di kelas pre-school. Foto : Apple Tree Pre-School BSD

Dari hal-hal sederhana seperti demikian itu menunjukkan perkembangan kemampuan akademisnya meningkat. Buktinya adalah pemahaman akan wawasan dasar pada sosok pilot telah ia ketahui. Padahal secara usia, ia belum menerima ilmu seputar perpilotan secara formal.

Di PAUD anak-anak diajarkan bilangan sederhana seperti mengenal angka, penjumlahan dasar, dll. Anak-anak juga mulai diperkenalkan dengan huruf, kata, dan kalimat untuk percakapan sehari-hari. Belajar di PAUD dikemas efektif meningkatkan kecerdasan anak.

3. Membantu anak memiliki kesibukan sehari-hari yang bermanfaat

Di lingkungan rumah, anak-anak hanya terbiasa dengan memainkan mainan yang ada, seperti mobil-mobilan, motor-motoran, robot-robotan, boneka, sepeda, dan lain-lain. Tentu saja anak akan merasa bosan dengan memainkan mainan yang itu-itu saja. Mainan yang ada di rumah pun belum tentu berguna secara value (nilai kegunaan) untuk anak kita. Karena biasanya, orang tua membelikan mainan sesuai keinginan anak, hanya untuk kesenangan anak sesaat, bukan untuk mendidik anak dan mendapatkan manfaat jangka panjang melalui mainan bernilai edukatif.



Beberapa anak peserta didik Apple Tree Bsd sedang bermain diluar kelas. Foto : Apple Tree Pre-School BSD

Dengan ikut kegiatan belajar sambil bermain di PAUD, anak bisa bermain dengan hal-hal baru yang tidak ia mainkan di rumah. Di PAUD, mainan yang tersedia bukan sembarang mainan. Selain berstandar nasional, juga memiliki nilai kegunaan yang bisa mengedukasi anak-anak. Sistem belajar sambil bermain di PAUD memungkinkan anak bisa memainkan mainan edukatif secara bergantian.

Kurikulum PAUD selalu menyertakan kegiatan olah raga ringan (aspek psikomotorik) sebagai salah satu penunjang aktivitas fisik untuk anak-anak. Olah raga ringan seperti melompat-lompat, latihan keseimbangan, dan berlari mengitari taman adalah contoh beberapa keterampilan fisik yang bermanfaat untuk anak-anak selama proses pertumbuhannya.

4. Membantu anak memiliki emosional (aspek afektif) yang baik

Selama berada di PAUD untuk bermain sambil belajar, anak-anak mau tidak mau akan belajar berinteraksi, belajar berkomunikasi, belajar bekerja sama dengan teman-temannya, dan belajar mengikuti aturan maupun melakukan perintah tertentu.



Beberapa anak peserta didik Apple Tree Bsd sedang berinteraksi dengan teman-temannya dalam keadaan gembira. Foto : Apple Tree Pre-School BSD

Dengan belajar memahami aturan secara perlahan dan belajar berinteraksi dengan orang banyak akan membantu anak untuk memiliki mental yang kuat dalam menghadapi pergaulan di kehidupan nyata yang lebih luas. Anak akan diajarkan oleh guru-guru PAUD tentang bagaimana cara berinteraksi dengan teman-teman yang semestinya, cara menahan/mengontrol ego, dan cara menahan/meredakan amarah.

Keterampilan semacam ini telah lama dipercaya sebagai salah satu manfaat jangka panjang dari bersekolah di PAUD yang belum tentu didapatkan di lingkungan keluarga. Apalagi jika kedua orang tua sang anak bekerja. Maka, waktu orang tua tidak bisa efektif mendidik dan mengawasi putera-puterinya. Akibatnya, emosional sang buah hati sering tidak terkontrol dan labil.

5. Mengajarkan anak disiplin, tanggung jawab dan melatih taat aturan/perintah

Di dalam kelas, semua anak-anak tentu harus mengikuti aturan yang berlaku. Misalnya, belajar sabar ketika ikut dibelakang antrian, mengikuti perintah pembimbing/guru untuk menaruh tas di tempat yang semestinya, dan masih banyak perintah lainnya yang bersifat mendidik dan menanamkan kedisiplinan.



Dua anak peserta didik Apple Tree Bsd sedang berlatih olahraga beladiri. Olahraga adalah salah satu cara menumbuhkan kesadaran disiplin. Foto : Apple Tree Pre-School BSD

Hal-hal sederhana seperti itu sangat mungkin tidak akan ia alami di lingkungan rumah dan keluarganya karena kecenderuangan orang tua yang senang memanjakan anaknya. Orang tua, khususnya seorang ibu, paling lemah jika sudah mendapatkan rayuan dari anak. Maka tidak jarang, aturan di rumah sering tidak berjalan maksimal karena anak-anak kurang disiplin dalam melaksanakan aturan yang ada di rumah.

6. Membantu anak menjadi terampil menggambar, mewarnai, membaca, menulis, dan berhitung (calistung) dasar

Anak akan diberikan motivasi untuk mau belajar menghubungkan titik-titik yang terputus, menebalkan garis tipis putus-putus yang membentuk huruf dan angka, mewarnai huruf, angka, atau gambar serta belajar menulis huruf dan angka.



Tiga anak peserta didik Apple Tree Bsd sedang belajar menulis. Foto : Apple Tree Pre-School BSD

Di kurikulum PAUD, belajar keterampilan dasar membaca, menulis dan berhitung (calistung) diajarkan dengan cara yang sesuai mood (suasana hati) dan euforia (tingkat kegembiraan) pada masing-masing anak. Guru PAUD biasanya pandai membaca suasana hati anak-anak didiknya. Manfaat yang diharapkan dari penerapan metodologi pembelajaran seperti ini adalah ketika anak akan masuk ke jenjang sekolah yang lebih tinggi sudah memiliki kemampuan dasar berupa membaca, menulis dan berhitung.

7. Membantu anak memiliki minat baca yang tinggi

Membaca adalah kunci untuk membuka jendela dunia. Di Indonesia, minat baca sangat rendah. Termasuk anak-anak kita, yang lebih nyaman berlama-lama menatap layar smartphone untuk streaming video, stalking media sosial, serta bermain game ketimbang membaca berita online dan materi pelajaran. Maka tidak heran, penderita mata minus meningkat tajam sejak kemunculan ponsel pintar. Tidak jarang kita temui anak usia dini sudah menggunakan kacamata, selain dari faktor gen (keturunan).



Seorang anak peserta didik Apple Tree Bsd sedang melihat buku yang colorfull di kelas pre-school. Foto : Apple Tree Pre-School BSD

Di lingkungan PAUD, anak-anak akan lebih banyak dikenalkan dengan buku-buku seperti buku cerita, komik, buku mewarnai dan buku pelajaran colorfull yang menarik perhatian untuk dibaca. Contohnya adalah buku dongeng anak-anak.

8. Membantu anak memiliki kepercayaan diri dan keberanian

Usia anak pra sekolah (2-5 tahun) sangat membutuhkan perhatian yang intensif untuk membangun pondasi diri yang kuat. Kelebihan guru-guru PAUD pandai menghargai apapun hasil pekerjaan anak didiknya.

Penghargaan yang diberikan guru PAUD kepada anak-anak didiknya, dengan diungkapkan secara tersirat dalam jangka waktu yang intens, akan menghasilkan manfaat berupa tumbuhnya rasa percaya diri pada anak. Guru PAUD juga pandai memberikan saran kepada anak-anak dengan cara pendekatan yang mudah diterima anak-anak.



Seorang anak peserta didik Apple Tree Bsd sedang tampil didepan orang banyak. Foto : Apple Tree Pre-School BSD

9. Membantu anak memiliki kemandirian

Dengan terbiasa mengikuti kebiasaan-kebiasaan baik selama belajar sambil bermain di PAUD, melakukan aktivitas secara teratur, dan bisa memenuhi kebutuhan sendiri untuk hal-hal ringan maka anak-anak sudah sejak dini akan terbentuk kemandirian yang tertanam dalam karakter dan kepribadiannya.



Seorang anak peserta didik Apple Tree BSD sedang bermain dengan mandiri. Foto : Apple Tree Pre-School BSD

Anak-anak yang diajarkan hidup mandiri sejak usia dini akan mengerti arti tanggung jawab. Selain itu, anak bisa lebih dinamis melangkah tanpa harus selalu ditemani orang tua, guru atau pembimbing. Dengan kemandirian, anak-anak juga bisa lebih berani untuk berinisiatif dalam berbagai hal.

10. Mendorong anak untuk hidup sehat

Lingkungan PAUD yang terjaga kebersihannya menandakan PAUD telah mengajarkan anak-anak sejak dini untuk mengetahui pentingnya pola hidup sehat. Ilmu kesehatan berbeda dengan ilmu pengetahuan umum. Ilmu kesehatan harus diajarkan dengan kebiasaan, sementara ilmu pengetahuan umum diajarkan dengan metodologi menghafal.



Dua anak peserta didik Apple Tree Bsd sedang belajar mengolah makanan dalam keadaan terjaga kebersihan rambut, mulut dan tangan. Foto : Apple Tree Pre-School BSD

Di lingkungan PAUD, anak-anak akan diajarkan dan dibiasakan pola hidup sehat seperti diarahkan untuk membersihkan dan merapikan tempat makan bekas makanannya, mainan bekas mainannya, dan lain-lain.

Dengan begitu banyaknya manfaat yang didapat oleh anak setelah mengikuti berbagai kegiatan di sekolah PAUD, Saya semakin yakin untuk memasukkan Fatih ke sekolah PAUD. Ayah dan bunda, apakah Anda memiliki pandangan yang sama dengan Saya? Jika sama, mari kita lanjutkan pembahasan ke kiat dan cara memilih PAUD yang terbaik untuk anak-anak kita.


Dalam memilih sekolah PAUD memang tidak bisa asal pilih karena menyangkut output (hasil) yang akan dirasakan oleh anak-anak kita. Agar tidak salah pilih, simak tips memilih PAUD yang tepat berikut ini :

1. Kumpulkan informasi tentang PAUD selengkap mungkin

Misalkan di sekitar lingkungan rumah Anda terdapat institusi PAUD. Kumpulkan informasi seputar kredibilitas (reputasi), kualitas - kuantitas tenaga pendidik, biaya pendidikan, metodologi pembelajaran dan kurikulum yang digunakan oleh PAUD tersebut.

Kita bisa mengumpulkan data tentang PAUD tersebut dengan mencari informasi melalui media sosial, website, kontak pengurus yang bisa dihubungi, dan mengunjungi langsung PAUD tersebut untuk berbicara dengan kepala sekolah/penanggung jawab yang mewakili.



Di Apple Tree Bsd tersedia layanan open house, event untuk orang tua mencari informasi seputar pendidikan di Apple Tree Pre-School BSD. Menariknya, ada diskon spesial disetiap acara open house yang digelar. Foto : Apple Tree Pre-School BSD.

Jika dari satu sekolah PAUD tidak didapatkan jawaban yang sesuai dengan kriteria Anda, cari sekolah PAUD yang lain untuk pembanding. Caranya sama dengan cara awal, lalu pertimbangkan, mana yang terbaik dari berbagai pilihan yang ada.

Saya ingin menekankan tidak ada sekolah yang buruk dan tidak bertanggung jawab terhadap peserta didiknya. Semua sekolah bagus dan bertanggung jawab terhadap murid-muridnya. Tetapi, dari sekolah-sekolah bagus tersebut, pasti terdapat sekolah yang terbaik dari segi kualitas dan sarana prasarana. Maka, pilihlah sekolah yang terbaik.

2. Kenali kurikulum dan metode belajar yang diterapkan

Karena setiap PAUD pasti memiliki metode belajar dan kurikulum yang berbeda. Standar kurikulum yang baik adalah memiliki jadwal harian penuh waktu untuk anak melakukan aktivitas fisik, program belajar secara berkelompok, dan kegiatan individu untuk mengembangkan kreativitasnya. Tidak kalah penting, anak-anak diberikan waktu istirahat yang cukup untuk makan, minum, dan bermain.

Kurikulum yang mengikuti perkembangan zaman dan metode belajar yang mengasyikkan sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter dan kepribadian anak di waktu yang akan datang. Jika kurikulum yang diterapkan berbasis teknologi, maka anak yang mendapatkan pendidikan dengan kurikulum tersebut diharapkan akan memiliki kompetensi dan terampil dalam bidang teknologi pula.

3. Prioritaskan PAUD yang dekat dengan rumah

Lokasi PAUD yang dekat dengan rumah lebih mudah dijangkau oleh anak. Sehingga anak tidak kelelahan di perjalanan saat pergi dan pulang sekolah. Kondisi anak yang mengalami kelelahan akan berpengaruh besar terhadap konsentrasi belajarnya di kelas. Selain itu, dengan jarak sekolah yang relatif dekat dengan rumah, bisa memudahkan kita atau kerabat yang kita percaya, untuk mengantar dan menjemputnya saat kita tidak bisa mengantar dan menjemput anak.

Lokasi sekolah yang jauh bisa menyebabkan anak terlambat masuk kelas karena terhalang kendala saat diperjalanan berangkat ke sekolah. Kendala diperjalanan bisa berupa kerusakan kendaraan dan kemacetan.

4. Ketahui daya tampung anak per kelas

Semakin sedikit jumlah murid dalam satu kelas, semakin besar porsi anak-anak kita mendapatkan bimbingan, perhatian dan pengawasan dari guru/pembimbing. Sebagai contoh dalam satu kelas terdapat 20 murid dengan jumlah jam pelajaran selama 1 jam per hari. Maka, anak akan mendapatkan porsi bimbingan individu masing-masing selama lebih kurang 3 menit.



Di Apple Tree Pre-School BSD, kuota satu kelas maksimal berisi 20 orang anak. Foto : Apple Tree Pre-School BSD.

5. Cek kondisi kebersihan, ketersediaan perlengkapan P3K dan petugas keamanan di sekolah

Ruangan kelas, taman, toilet, sampai tempat bermain di lingkungan PAUD akan menjadi rumah kedua bagi anak kita. Sehingga sebagai orang tua, kita wajib melakukan pengecekan untuk memastikan bahwa anak kita berada di lingkungan yang bersih, terawat dan aman. Memiliki kelengkapan P3K dan adanya petugas medis serta petugas keamanan yang ramah anak di area lingkungan PAUD bisa menambah nilai plus untuk PAUD tersebut. Keberadaan petugas medis dan keamanan sangat berguna ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Orang tua juga akan merasa tenang ketika "menitipkan" anaknya berjam-jam di sekolah PAUD tanpa rasa khawatir dengan kondisi kesehatan dan keselamatannya.



Fasilitas toilet di Apple Tree Pre-School BSD yang bersih, terawat dan representatif. Foto : Apple Tree Pre-School BSD.


Salah satu fasilitas medis di Apple Tree Pre-School BSD adalah pemeriksaan gigi dan gusi secara rutin. Foto : Apple Tree Pre-School BSD.

6. PAUD telah terakreditasi

PAUD yang telah terakreditasi berarti telah memenuhi standar Badan Akreditasi Nasional dibawah Departemen Pendidikan. PAUD yang terakreditasi memiliki kualitas yang layak untuk menyelenggarakan pendidikan bagi anak usia dini. PAUD yang terakreditasi biasanya memiliki sarana prasarana lengkap. Karena persyaratan penilaian akreditasi mencakup banyak hal, salah satunya adalah menilai kelengkapan sarana prasarana pendidikan yang ada di PAUD.

7. Ketahui fasilitas pendidikan dan bermain

Semakin lengkap, semakin bagus. Pastikan PAUD yang akan dipilih memiliki ruangan perpustakaan dengan pilihan buku bacaan yang lengkap, mendidik dan menarik; ruangan kelas yang representatif; dan kamar istirahat khusus untuk anak yang mendadak sakit. PAUD yang menyediakan kegiatan ekstra seperti belajar menari, alat musik, dan olahraga, segera lihat fasilitasnya, apakah bersih, aman dan layak?



Fasilitas perpustakaan di Apple Tree Pre-School BSD sangat nyaman dan ramah anak berkat koleksi buku yang lengkap dan colorfull. Foto : Apple Tree Pre-School BSD.

8. Kritisi makanan di lingkungan PAUD

Ada PAUD yang menyediakan makanan untuk anak-anak di sekolah. Jangan sungkan untuk menanyakan standar makanan yang diberikan kepada anak. Kita bisa bertanya seperti bahan makanan apa yang dimasak, alat memasak yang digunakan seperti apa, dan kapan makanan dibuat. Hal ini terdengar berlebihan, tetapi sangat tepat dilakukan jika (maaf) anak kita memiliki alergi tertentu. Ketelitian kita sebagai orang tua yang tahu keseluruhan kondisi anak kita sangat bermanfaat untuk menghindari anak menjadi sakit akibat alergi makanan.



Apple Tree Pre-School BSD menjamin anak Anda akan mendapatkan makanan sehat, kaya akan rasa dan nutrisi. Foto : Apple Tree Pre-School BSD.

9. Perhatikan kepedulian para guru dan staf ke anak-anak

Guru dan staf PAUD adalah pengganti orang tua di sekolah dalam hal mendidik anak. Semakin peduli guru dan staf PAUD, semakin bagus reputasi PAUD tersebut. Kepedulian guru dan staf PAUD bisa dilihat dari perhatian, keramahan dan sikapnya dalam memperlakukan anak-anak. Kepedulian guru dan staf juga sangat berpengaruh dalam pembentukan karakter dan kepribadian anak. Ingat, anak usia PAUD sedang dalam fase mudah meniru dari apa yang dilihat dan didengar.

10. Ketahui kebutuhan anak kita

Orang tua harus tahu potensi dan kemampuan anak sendiri. Setiap anak pasti memiliki karakteristik berbeda sehingga membuatnya unik. Ada yang suka bermain diluar, ada yang lebih suka mewarnai gambar, atau lebih senang bermain alat musik. Pilih PAUD yang paling sesuai dengan karakter anak kita agar anak merasa senang dan cepat berkembang.

11. Mengajak anak melihat langsung sekolah

Mengajak anak untuk melihat langsung suasana belajar di sekolah sangat baik untuk pengalaman hidupnya karena membuat anak merasa dihargai dan dilibatkan. Orang tua bisa sekalian menjelaskan kepadanya mengenai alasan dia perlu bersekolah dan hal-hal menyenangkan apa saja yang akan didapat atau bisa dilakukan disana. Ajak juga anak saat membeli perlengkapan sekolahnya, berikan kebebasan memilih tas, sepatu, dan alat tulis yang sesuai dengan kesukaannya, supaya anak semakin bersemangat saat belajar.

***

Dengan mengetahui secara lengkap tentang kondisi PAUD yang akan dipilih untuk tempat berkegiatan pra sekolah anak kita, kita tidak akan menyesal di kemudian hari. Tidak akan ada penyesalan merasa sia-sia dan buang-buang waktu. Karena biasanya ketika anak tidak menunjukkan perkembangan peningkatan kemampuan yang signifikan, orang tua menyesali keputusannya memasukkan anak ke sekolah yang kurang tepat.

Berbicara tentang sekolah PAUD yang terbaik, khususnya disekitar Tangerang, kota dimana Saya tinggal, izinkan Saya merekomendasikan institusi PAUD dengan reputasi terpercaya dan terbaik di Tangerang Selatan, yaitu Apple Tree Pre-School BSD. Itulah mengapa sebabnya banyak foto kegiatan pra sekolah dari Apple Tree Pre-School BSD yang Saya sisipkan di artikel ini.




Apple Tree Pre-School BSD adalah salah satu institusi PAUD terbaik di Indonesia yang ada di Tangerang Selatan. Apple Tree Pre-School didirikan pada tahun 2000. Apple Tree Pre-School memiliki visi menjadi sekolah yang menghasilkan lulusan dengan kemampuan dasar yang kuat dalam hal pertumbuhan fisik, intelektual, sosial dan emosional anak.


Keunggulan Apple Tree Pre-School BSD



  1. Apple Tree Pre-School memiliki 20+ sekolah yang tersebar di kota-kota besar.
  2. Apple Tree Pre-School memiliki guru yang profesional, bersemangat, dan penuh perhatian.
  3. Apple Tree Pre-School memiliki lingkungan belajar yang positif dan menyenangkan untuk anak Anda.
  4. Apple Tree Pre-School memiliki 1500+ peserta didik yang tersebar di 20+ sekolah.
  5. Apple Tree Pre-School memiliki fasilitas indoor dan outdoor yang bagus.
  6. Apple Tree Pre-School berpengalaman lebih dari 8.000 jam pelajaran di kelas pre-school.
  7. Apple Tree Pre-School mengadopsi kurikulum Singapura.
  8. Apple Tree Pre-School secara rutin melaporkan kemajuan & pencapaian individu.
  9. Apple Tree Pre-School secara rutin melakukan kunjungan lapangan.
  10. Apple Tree Pre-School menjamin anak Anda akan mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan melalui game yang menarik.
  11. Apple Tree Pre-School menjamin anak Anda akan mendapatkan makanan sehat, kaya akan rasa dan nutrisi.
  12. Apple Tree Pre-School menjamin anak Anda akan mendapatkan perhatian terbaik.


Apple Tree Pre-School BSD konsisten mengadopsi dan menerapkan kurikulum Singapura dalam proses belajar. Kurikulum Singapura meliputi :

  1. Mengenalkan dan mengajarkan dasar-dasar bahasa ibu (di Indonesia adalah bahasa Indonesia), bahasa pergaulan internasional yaitu bahasa Inggris, dan bahasa Mandarin (untuk menunjang kekayaan kemampuan komunikasi pada anak).
  2. Mengenalkan dan mengajarkan dasar-dasar ilmu pelajaran matematika, sains dan teknologi.
  3. Mengenalkan dan mengajarkan dasar-dasar ilmu pelajaran tentang moral, pendidikan jasmani, dan kesenian.

Kurikulum Singapura ini sangat tepat diterapkan di Indonesia. Anak-anak yang mendapatkan pelajaran berbasis kurikulum Singapura mudah diterima di SD favorit maupun SD negeri. Wawasan, skill dan kompetensi yang dimiliki lulusan Apple Tree Pre-School BSD melebihi kemampuan dasar anak-anak pada umumnya berkat penerapan kurikulum Singapura. Berikut adalah keunggulan kurikulum Singapura untuk anak usia dini di era digital :

Keunggulan kurikulum Singapura untuk anak usia dini di era digital


1. Menguasai kemampuan dasar berbahasa


Pengajaran bahasa Indonesia sebagai bahasa ibu, bahasa Inggris sebagai bahasa pergaulan internasional dan bahasa Mandarin sebagai penambah kekayaan kemampuan berkomunikasi, sangat bermanfaat untuk anak meraih kesuksesan dimasa depan. Sebagaimana kita ketahui bahwa kekuatan perdagangan dunia didominasi oleh hegemoni Amerika dan Tiongkok. Dengan memiliki kemampuan berbahasa Inggris dan Mandarin, akan memudahkan saat melobi, bernegosiasi, dan berkomunikasi dengan rekanan bisnis dari kedua negara tersebut.


Apalagi di era digital ini kita bisa berkomunikasi dengan siapapun, dari negara manapun, tanpa terbatas jarak dan waktu, berkat kecanggihan teknologi berupa instant messaging yang terinstall di berbagai perangkat gadget. Akan sangat merepotkan diri sendiri bukan jika kita harus bolak-balik buka Google translate setiap berkomunikasi dengan orang luar? Maka dari itu anak-anak kita jangan sampai seperti orang tuanya yang "miskin" dalam ilmu komunikasi.


Sementara itu kemampuan berbahasa Indonesia tidak perlu dipertanyakan lagi. Sebagai warga negara Indonesia yang baik, kemampuan berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia dalam percakapan sehari-hari adalah kewajiban setiap warga negara. Peserta didik di Apple Tree Pre-School BSD akan mendapatkan materi dasar ketiga bahasa tersebut dan diaplikasikan dalam percakapan sehari-hari.

2. Memiliki pengetahuan matematika, sains dan teknologi

Kemampuan berhitung, mengetahui pengetahuan umum, dan melek teknologi adalah modal dasar manusia di era digital. Untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan terampil, materi pelajaran dasar matematika, sains dan teknologi harus dikenalkan kepada anak sejak usia dini.

Mempelajari dasar-dasar pelajaran matematika sejak usia dini tidak hanya bermanfaat bisa pandai dalam berhitung, tapi bisa mengasah kemampuan berpikir logika pada anak. Untuk merangsang kemampuan berpikir logis pada anak usia dini, pelajaran dasar matematika di PAUD dirancang dengan gaya belajar yang ringan, mudah dimengerti anak, guru yang ceria, alat peraga yang berwarna-warni, dan kalimat yang disampaikan tidak kaku.

Belajar dasar-dasar pelajaran sains pada anak usia dini akan membuat anak memiliki pengetahuan yang luas. Percobaan-percobaan sederhana seperti praktik lapangan menanam bibit pohon sudah diperkenalkan di Apple Tree Pre-School BSD sejak dini. Tujuannya agar anak-anak sudah mengenal pentingnya melestarikan alam untuk kelangsungan hidup dirinya dan generasi yang akan datang.


Mengenal kemajuan teknologi sejak dini di Apple Tree Pre-School BSD diarahkan kepada hal yang positif. Misalnya memperkenalkan teknologi memasak dengan peralatan modern, teknologi komputer, dan teknologi otomotif untuk mempermudah pekerjaan manusia sehari-hari.

3. Memiliki attitude yang baik, badan yang sehat dan terampil dalam berkesenian

Pendidikan anak usia dini di Apple Tree Pre-School BSD tidak hanya mengajarkan anak-anak dari aspek kognitif. Anak-anak diajarkan juga materi afektif (sikap) dan psikomotorik (praktik).


Anak-anak diajarkan kasih sayang, perdamaian, toleransi, tepa selira (dalam bahasa Jawa berarti toleransi), gotong royong, sopan santun, attitude (etika), wawasan kebangsaan, dan tolong menolong dalam kebaikan. Menariknya, pendidikan moral di Apple Tree Pre-School BSD dilakukan dengan praktik lapangan. Misalnya saat mengajarkan anak kebiasaan baik (seperti sikat gigi, pakai baju tidur, dan berdo'a) sebelum tidur, anak-anak mempraktikannya seperti benar-benar mau tidur.


Apple Tree Pre-School BSD memperhatikan keseimbangan pendidikan untuk anak. Tidak hanya concern dengan aspek kognitif dan afektif, Apple Tree Pre-School BSD juga menaruh perhatian khusus terhadap jasmani anak-anak. Aktivitas anak-anak di Apple Tree Pre-School BSD tidak membosankan karena sebagian besar waktu belajar dimanfaatkan untuk kegiatan yang menuntut anak berdiri dan bergerak. Selain wawasan tentang pola hidup sehat, anak-anak digerakkan tubuhnya agar mendapatkan fisik yang prima dengan berolahraga.


Apple Tree Pre-School BSD juga menaruh perhatian terhadap kelestarian budaya Indonesia. Anak-anak di Apple Tree Pre-School BSD diajarkan pengetahuan tentang budaya Indonesia, kesenian khas Indonesia, alat musik khas Indonesia, dan alat-alat musik universal yang modern. Misalnya, anak-anak di Apple Tree Pre-School BSD sudah diperkenalkan dan diajarkan cara bermain alat musik tradisional seperti angklung.


Di Apple Tree Pre-School BSD terdapat 5 tingkat untuk anak-anak berusia 1,5 - 6 tahun.

Tingkat pertama adalah tingkat balita untuk anak usia 1,5 - 2 tahun dengan 2 pilihan jadwal pertemuan, yaitu 2x dan 3x dalam 1 minggu. Di kelas balita, daya tampung atau jumlah anak peserta didik dibatasi maksimal 12 anak per kelas.

Tingkat kedua adalah tingkat Pre-Nursery (pra-pembibitan) untuk anak usia 2-3 tahun dengan daya tampung atau jumlah anak peserta didik dibatasi maksimal 16 anak per kelas.

Tingkat ketiga adalah tingkat Nursery (pembibitan) untuk anak usia 3-4 tahun dengan daya tampung atau jumlah anak peserta didik dibatasi maksimal 20 anak per kelas.

Tingkat keempat adalah tingkat Kindergarten 1 (aman kanak-kanak/TK 1) untuk anak usia 4-5 tahun dengan daya tampung atau jumlah anak peserta didik dibatasi maksimal 20 anak per kelas.

Dan terakhir, tingkat kelima adalah tingkat Kindergarten 2 (aman kanak-kanak/TK 2) untuk anak usia 5-6 tahun dengan daya tampung atau jumlah anak peserta didik dibatasi maksimal 20 anak per kelas.


Buat orang tua yang mempunyai anak usia dini, khususnya untuk masyarakat Jakarta, Bekasi, Depok, Bogor, Tangerang, Cikokol, Serpong, Gading Serpong, Alam Sutera, BSD, Summarecon, dan sekitarnya ayo sekolahkan anak di Apple Tree Pre-School BSD.


Lokasi Apple Tree Pre-School BSD sangat strategis dan mudah di jangkau bukan? Jika tidak ada waktu luang untuk home visit, ketahui lebih lengkap Apple Tree Pre-School BSD via media sosial intagram @appletreebsd, facebook @appletreebsd, twitter @appletreebsd, website www.appletreebsd.com dan whatsapp 08881800900.


Meskipun anak-anak sudah diberikan keleluasaan untuk memilih sekolah dan disekolahkan di sekolah yang representatif, mood anak sering berubah-ubah. Perubahan mood pada anak-anak memang hal yang biasa. Tetapi ada perubahan mood yang paling dikhawatirkan oleh orang tua, yaitu tidak mau sekolah.

Banyak faktor yang mempengaruhi anak tidak mau sekolah. Apalagi di usia dini, masa dimana anak-anak lagi senang-senangnya bermain. Untuk mensiasatinya, para orang tua, khususnya ibu-ibu, karena sebagian besar yang berperan dalam pendidikan anak adalah ibunya, maka perlu tahu, cara membuat anak kembali mau sekolah. Bagaimana caranya? Berikut adalah cara efektif membuat anak kembali mau sekolah.


1. Ingatkan gambaran sekolah yang menyenangkan

Orang tua harus berinisiatif memberikan imajinasi yang menyenangkan kepada anak tentang belajar dan bermain di sekolah. Katakan pada anak, dengan mengikuti kegiatan di sekolah, dia akan mendapatkan ilmu dan pengalaman yang seru saat belajar sambil bermain bersama teman-teman. Berikan imajinasi semenarik mungkin agar anak senang dan ingin segera kembali ke sekolah. Bisa saja penyebab anak tidak mau sekolah adalah merasa jenuh selama berada di sekolah karena lebih banyak duduk dan mendengarkan narasi ketimbang kegiatan yang menuntut anak-anak untuk berdiri dan bergerak.

Orang tua, terutama ibu, jangan sungkan untuk berbicara kepada anak dan menanyakan apa saja yang sudah dilakukan di sekolah hari ini. Orang tua juga bisa menceritakan betapa berkesannya kegiatan belajar di sekolah semasa dirinya kecil dengan cara penyampaian yang mudah dipahami oleh anak-anak masa kini.

2. Berikan semangat dan motivasi

Bisa jadi anak yang tidak mau sekolah sedang cemas. Kecemasan pada anak-anak bisa terjadi karena kurangnya support dari orang-orang terdekat. Mungkin saja anak merasa minder dengan teman-temannya karena dia dapat nilai kecil atau merah di sekolah. Beri anak semangat. Beri anak motivasi untuk tidak berkecil hati dan memperbaiki nilainya dengan lebih giat belajar.

Dengan dukungan orang tua berupa rutin menyemangati dan memotivasi anaknya, anak akan merasa senang karena ada yang memperhatikannya, dan dia tidak merasa sendirian melewati hari-hari kurang menyenangkan itu.

3. Buat rumah seperti "sekolah"

Orang tua memang memerankan peran yang relatif banyak. Tugas orang tua, baik ayah maupun ibu, bukan sebatas mencari nafkah untuk menghidupi dan membiayai anak-anaknya. Orang tua juga memiliki tanggung jawab yang besar untuk mendidik anak.

Di rumah, orang tua bisa bersikap seperti guru, dan anak menjadi murid. Buat rumah menjadi ceria yang dapat mengingatkan anak dengan teman-temannya di sekolah. Simulasi sederhana ini akan membuat anak teringat dengan sekolah dan teman-temannya.

4. Ingatkan konsekuensi bolos akan dapat sanksi dari sekolah

Saat hari pertama anak masuk sekolah, apakah ayah atau bunda memberikan pemahaman tentang aturan dari sekolah? Jika iya, ingatkan anak akan konsekuensi membolos. Berikan pengertian bahwa bolos adalah perbuatan tidak terpuji. Beri tahu anak akibat bolos sekolah adalah merugikan diri sendiri.

Orang tua juga dituntut memberikan contoh sikap untuk tidak mudah membuatkan surat izin, seperti izin sakit dan izin keperluan keluarga, jika memang tidak benar-benar dalam keadaan sakit dan acara keluarga yang teramat sangat penting.

5. Buka ruang diskusi untuk mengingatkan cita-citanya

Orang tua perlu menanyakan kenapa anak tidak mau sekolah secara baik-baik. Buka ruang diskusi kecil untuk mencari tahu sebab dan memikirkan solusinya. Lakukan diskusi dengan pendekatan yang tepat. Misalnya saat anak menonton film kartun di tv, saat anak ingin jajan, atau saat anak merengek meminta sesuatu.

Saat itulah ingatkan anak akan cita-citanya yang pernah anak ungkapkan. Misalnya anak ingin menjadi pilot. Maka saat anak ingin jajan, sebelum membelikannya jajanan yang diinginkan oleh anak, tanamkan sugesti. Contoh sugesti yang bisa dicoba adalah mengatakan ke anak, boleh jajan, tapi harus mau sekolah, biar kamu bisa meraih cita-cita yang diimpikan sejak dulu.

6. Reward and punishment

Seperti di dunia kerja, untuk merangsang kemauan, maka berikan reward dan berikan punishment. Jika anak mau dan rajin sekolah, berikan anak hadiah yang menarik atau sesuai dengan keinginannya. Dan ketika anak kekeh tidak mau sekolah, maka berikan anak sanksi yang terukur dan tegas.

7. Minta bantuan guru atau sosok yang disukai anak

Ini adalah langkah terakhir yang bisa dilakukan orang tua ketika anak benar-benar sudah ngeyel tidak mau sekolah. Konsultasikan dengan wali kelas atau guru favoritnya. Siapa tahu, dengan bujukan dari wali kelas atau guru favoritnya, anak mau sekolah lagi.

Dengan mempraktikkan 7 cara efektif mengatasi anak yang tidak mau sekolah, yakinlah, anak akan mau sekolah lagi. Apalagi, pendidikan anak usia dini tidak boleh tidak. Artinya, PAUD memiliki kontribusi yang tinggi terhadap pembentukan karakter dan kepribadian anak-anak generasi penerus bangsa. Manfaatnya akan terasa 15, 20, dan 25 tahun yang akan datang.


Usia anak 0-6 tahun dikenal dengan golden age (usia emas). Saya sepakat dengan anggapan sebagian besar orang bahwa usia emas pada anak adalah waktu yang efektif untuk membentuk pondasi karakter dan kepribadian. Kecenderungan anak yang mudah meniru dari apa yang dilihat dan didengarnya harus menjadi perhatian para orang tua untuk senantiasa memberikan contoh yang baik. Teladan yang baik dari orang tua dan lingkungan akan membentuk karakter dan kepribadian anak menjadi baik pula. Ibarat pepatah, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.

Lingkungan keluarga berada didalam rumah. Peran orang tua paling signifikan dalam membentuk karakter dan kepribadian anak. Saya yakin, semua orang tua akan berupaya semaksimal mungkin memberikan keteladanan di depan anak-anak. Tetapi, ada lingkungan diluar lingkungan keluarga, yaitu lingkungan luar. Di lingkungan luar inilah yang menyebabkan kekhawatiran orang tua meningkat. Potensi terpengaruh dengan hal-hal negatif sangat tinggi. Karena di lingkungan luar, kita tidak memiliki kontrol penuh terhadap situasi.

Dewasa ini, lingkungan luar bukan lagi lingkungan diluar rumah semata. Lingkungan luar mencakup akses dunia maya yang bisa dengan mudah membawa kita kemana saja. Hal positif maupun negatif, semua ada di dunia maya, dalam satu benda digenggaman tangan, yaitu smartphone. Kemudahan mengakses dunia maya tidak lepas dari kecanggihan teknologi yang berkembang pesat. Peradaban manusia berubah menjadi semakin serba online dan serba bergantung kepada kemajuan teknologi.

Cara yang sampai saat ini dipandang efektif untuk mengantisipasi dampak negatif dari kemajuan teknologi pada anak adalah membuat anak-anak kita memiliki kegiatan positif, bermain bergembira, dan berbaur dengan anak-anak seusianya. Jika orang tua merasa kewalahan tidak bisa fokus membagi waktu untuk mendidik dan mengawasi anak diluar rumah karena kesibukan pekerjaan, maka tidak perlu cemas, sebab sudah ada lembaga pra sekolah yang berpengalaman dengan sistem manajemen profesional, yaitu lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD).

Jadi, PAUD bukan hanya masih relevan dengan kurikulum pendidikan kita di era digital ini, tapi sangat berjasa besar kepada dunia pendidikan pra sekolah. Berkat PAUD, lahir anak-anak generasi penerus bangsa yang memiliki harapan dan optimisme dengan bekal wawasan yang luas dan skill yang mumpuni. Yuk, berikan anak pendidikan usia dini di lembaga pendidikan yang berkualitas dengan sarana prasarana yang representatif, seperti di Apple Tree Pre-School BSD.

Di era digital, anak-anak sudah terbiasa menggunakan smartphone dan cenderung semakin ketergantungan. Bagaimana jika smartphone dijadikan media untuk belajar sekaligus bermain? Bagaimana Ayah, Bunda, apakah setuju?

Perlu kontrol pada anak agar tidak ketergantungan dengan gadget, khususnya smartphone. Smartphone memang sangat efektif untuk menarik perhatian anak. Tapi belum tentu ketertarikan anak dengan smartphone adalah untuk belajar. Pengalaman Saya, Saya harus berulang-kali menegur anak karena menggunakan smartphone untuk streaming film-film kartun kesukaannya. Kenapa Saya tegur? karena masih usia dini sudah lupa waktu dengan gadget.



Anak Saya, Fatih (4) sedang menonton video kartun favoritnya : Panda Babybus. Foto : Arief Rahmat Pamungkas

Kekhawatiran Saya adalah terhadap kondisi kesehatan mata dan psikisnya. Saya adalah penderita mata minus dengan level -4. Padahal, penyebab mata Saya minus adalah karena sewaktu kecil sering membaca dalam keadaan penerangan lampu yang redup, jarak membaca terlalu dekat dengan buku, dan membaca sambil tiduran. Apalagi jika sejak dulu sudah ada smartphone, bisa jadi minus pada mata Saya lebih besar lagi. Karena paparan radiasi layar handphone sangat tajam sehingga sering membuat mata perih, gatal, dan pegal.

Dan secara psikis, Saya khawatir dengan game-game yang ada di smartphone. Banyak game yang bergenre dewasa bisa didownload tanpa filter usia. Seperti game yang mempertontonkan kekerasan, penindasan, dan pornografi. Dan yang memprihatinkan, justru game-game seperti itu disukai anak-anak bahkan sering dimainkan sampai lupa waktu.

Kesimpulannya, kalau Saya sih, tidak sepakat jika smartphone dijadikan metode utama belajar pada anak. Meskipun mudah mendapatkan materi dari berbagai sumber, tapi rentan disalahgunakan jika tanpa pengawasan yang ketat dari orang tua. Belum lagi persoalan hoax, pornografi dan disrupsi moral banyak berseliweran di internet.

Tapi jika sesekali menggunakan gadget untuk mencari referensi materi pelajaran dengan didampingi oleh orang tua, gadget bisa menjadi alternatif untuk mencari materi pelajaran meskipun digunakan oleh anak-anak usia dini. Keunggulan gadget dalam mencari referensi via internet adalah kecepatan akses, biaya internet murah, dan hasil yang instan (tinggal mencari di search engine langsung tampil apa yang dicari, tidak seperti buku yang harus mencari halaman). Tapi, jika kontrol orang tua lemah, anak bisa kebablasan menggunakan gadget, sehingga menjadi kecanduan.



Saya sedang memandu Fatih (4) mengenalkan dasar-dasar cara mengoperasikan laptop. Foto : Arief Rahmat Pamungkas

Secara psikologi, kecanduan gadget lebih banyak dampak negatifnya ketimbang positif. Dengan membiarkan anak terbiasa dengan gadget, maka semakin akut stadium kecanduannya. Solusinya, cegah potensi anak menjadi kecanduan gadget. Buat orang tua yang anaknya terlanjur kecanduan gadget, berikut adalah tips menyembuhkan anak dari kecanduan gadget.


1. Keteladanan dari orang tua

Beri contoh disiplin oleh orang tua. Orang tua pun harus mengurangi kebiasaan berlama-lama menggunakan gadget. Apalagi jika menggunakan gadget didekat anak. Sebisa mungkin hindari, karena akan ditiru oleh anak-anak.

Kids zaman now di era digital ini sangat kritis. Anak-anak zaman sekarang tidak segan untuk kritis terhadap hal-hal yang menurutnya layak untuk dipertanyakan. Misalnya, anak bertanya mengapa dirinya tidak boleh berlama-lama bermain gadget, sementara orang tuanya bisa berlama-lama menggunakan gadget? Bingung kan? Oleh sebab itu, beri teladan kepada anak.

2. Buat jadwal bermain gadget lengkap dengan sanksi

Buat kesepakatan dengan anak untuk membuat jadwal bermain gadget. Buat jadwal harian, berisi waktu tertentu anak boleh bermain gadget dan waktu pasti anak tidak boleh bermain gadget. Untuk megefektifkan aturan ini, berikan reward yang sesuai dengan keinginan anak sehingga anak termotivasi untuk mendapatkan keinginannya meskipun harus meninggalkan kesukaannya.

Dengan adanya jadwal harian yang mengatur jam boleh dan jam tidak boleh menggunakan gadget, maka perlahan-lahan anak akan meninggalkan kebiasaan berlama-lama bermain gadget.

3. Alihkan perhatian ke aktivitas berolahraga, kesenian, atau sesuai minat dan bakatnya

Buat anak menjadi sibuk baik saat didalam maupun diluar rumah, agar menyita perhatian anak, sehingga anak menjadi lupa dengan gadget. Orang tua bisa mengalihkan perhatian anak dengan mengajaknya berolahraga seperti bermain bola, basket, catur, dll.

4. Orang tua harus tegas dalam bersikap

Ketegasan orang tua harus ditingkatkan menghadapi anak yang tantrum gara-gara kecanduan gadget. Buat aturan khusus terhadap anak untuk membatasi waktu bermain dengan gadget. Hiraukan rengekan anak yang memaksa ingin terus bermain dengan gadget. Berikan sanksi yang terukur untuk meberikan efek jera jika anak melanggar peraturan ini.

Orang tua harus sabar dan telaten secara rutin mengawasi anak dari gadget karena tentu saja ketegasan kita tidak akan membuahkan hasil secara instan. Anak akan membutuhkan waktu yang relatif lama untuk bisa lepas dari kecanduan gadget. Hal ini memang cukup membuat para orang tua khawatir. Apalagi game-game adiktif di gadget sangat mempengaruhi pembentukan karakter dan kepribadian anak.

5. Hubungi dokter atau psikiater (psikolog)

Apabila upaya-upaya diatas belum membuahkan hasil, upaya terakhir adalah periksakan anak ke dokter atau psikolog. Kemungkinan besar anak mengalami depresi. Dokter atau psikolog memiliki cara efektif untuk membantu anak mengurangi kecanduan terhadap game dan gadget, terutama smartphone.

Anak usia dini masih bisa disembuhkan dari kecanduan game dan smartphone. Mencegah, mengurangi dan mengobati anak dari kecanduan bermain game dan smartphone harus dilakukan sedini mungkin. Tindakan orang tua ini semata-mata karena kasih sayang dan berupaya melindungi anak dari berbagai macam penyakit.

Jangan salah, akibat kecanduan game dan smartphone bisa mengakibatkan anak mengalami gangguan mental seperti game disorder, membuat sakit leher (neck pain) karena kepala sering menunduk, merusak indera penglihatan seperti mengalami rabun dekat (hipermetropi) karena mata terlalu dekat dengan gadget, dan merusak sensitivitas kepekaan sosial karena terlalu sering individualistis.



Meskipun kita berada di era digital, dimana kegiatan transaksi bisa serba online, seperti menggunakan transportasi online, belanja, dan berkomunikasi; Tetapi, untuk pendidikan anak usia dini, Saya merasa dan menilai bahwa menyekolahkan anak di PAUD lebih terasa manfaatnya ketimbang anak belajar dari internet melalui gadget, khususnya smartphone.

Di PAUD, ada guru-guru yang perhatian, sayang, peduli, dan telaten membimbing, mendidik, dan mengawasi anak-anak. Sementara di internet, siapa yang akan membimbing, mendidik, dan mengawasi anak-anak kita?

Pendidikan anak usia dini harus mendapatkan prioritas utama dari orang tua karena menyangkut masa depan anak di usia produktif 15, 20, dan 25 tahun yang akan datang. Berikan anak pondasi yang kuat untuk membentuk karakter dan kepribadiannya dengan pendidikan berkualitas sejak usia dini.

Anak-anak Indonesia di era digital akan menghadapi tantangan revolusi industri 4.0 dan kompetisi global. Revolusi industri 4.0 adalah berkembangnya teknologi seperti artificial intelligence (AI), big data, cloud computing, system integration, argumented reality, addictive manufacturing, cyber security, simulation, dan internet of things (IOT).

Revolusi industri 4.0 dan kompetisi global mengharuskan manusia untuk memiliki wawasan dan skill (keterampilan) diatas rata-rata agar tidak tereliminasi oleh kecerdasan buatan (artificial intelligence). Jika anak tidak mendapatkan pendidikan yang berkualitas sejak dini, sangat berisiko tidak akan mampu bersaing dengan sesama manusia dan robot (kecerdasan buatan/artificial intelligence) di era digital.

Ledakan jumlah penduduk dunia membuat pengangguran bertambah banyak karena menurunnya angka lapangan kerja. Berkurangnya lapangan kerja karena banyak perusahaan beralih menggunakan teknologi robot untuk menggantikan peran manusia dalam bekerja. Teknologi robot (kecerdasan buatan) dipilih karena biaya perawatan dan operasional lebih murah ketimbang buruh yang setiap tahun mengalami kenaikan upah. Digitalisasi adalah pilihan terbaik bagi perusahaan yang sedang mengencangkan ikat pinggang (efisiensi).

Contoh real teknologi kecerdasan buatan menggantikan peran manusia adalah terdapat pada sektor perbankan, manufaktur, sampai administrasi. Di sektor perbankan, berapa banyak pengurangan tenaga kerja atau moratorium penerimaan tenaga kerja di bagian teller (kasir) akibat adanya mesin setor tunai di ATM? Berapa banyak pengurangan tenaga customer service konvensional yang tergantikan dengan virtual assistant chat (robot penjawab pertanyaan otomatis)?

Di sektor manufaktur, berapa banyak pengurangan tenaga kerja di berbagai departemen karena keberadaan mesin-mesin produksi yang lebih produktif dalam memproduksi sebuah produk? Demikian pula dengan sektor administratif, berapa banyak pengurangan tenaga kerja di bagian administrasi berkat komputerisasi yang serba otomatis menggantikan proses perekaman data secara manual oleh manusia?


Maka dari itu melalui artikel ini Saya tidak bosan mengulang kata-kata untuk menekankan betapa pentingnya pendidikan anak usia dini di era digital untuk menghadapi era revolusi industri 4.0 ini. Yuk, berikan hak anak untuk mendapatkan pendidikan terbaik mulai dari PAUD, TK, SD/MI, SMP/MTS, SMA/K/MA, dan perguruan tinggi.

Semoga bermanfaat.

****

Artikel ini sedang diikutsertakan dalam lomba #appletreebsd appletreebsd.com blog competition.

Daftar Pemilik Hak Cipta
Kategori Pemilik Hak Cipta
Artikel Arief Rahmat Pamungkas
Foto Header Arief Rahmat Pamungkas
Infografis Arief Rahmat Pamungkas
Foto kegiatan appletreebsd.com
Video appletreebsd.com
Icon Emojipedia.org