Wednesday, July 31, 2019

Disnakertrans Jawa Barat : 2015-2018, 143 Pabrik Tutup, 21 Pabrik Relokasi, 170 Ribu Pekerja Terdampak


Fakta mengejutkan diungkap Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Barat, M. Ade Afriandi. 3 tahun terakhir, sepanjang tahun 2015-2018, sudah 143 pabrik tutup, 21 pabrik merelokasi usahanya, dan 170 ribu buruh terkena dampak.


"Acuan angka tersebut bersumber dari Apindo dan Disnakertrans Jawa Barat. Berdasarkan catatan, sepanjang 2015-2018, sudah ada 21 pabrik merelokasi tempat usahanya keluar Jabar, dan 143 pabrik menutup usahanya," kata Ade Afriandi pada acara dialog masalah pengupahan di Jawa Barat bersama Lembaga Kerja Sama Tripartit (LKST) Jabar di Gedung Sate Bandung, Senin (29/7/2019).

"Jika rata-rata satu pabrik memiliki 1.500 pekerja, dampak dari relokasi dan penutupan pabrik ini dirasakan oleh sedikitnya 170 ribu pekerja di sektor garmen dan produk tekstil," tambahnya.

Perusahaan yang mendominasi relokasi dan menutup usahanya adalah perusahaan padat karya seperti garmen (48%), tekstil (21%) dan jenis usaha lain (31%). Kota penyumbang perusahaan tutup dan relokasi terbanyak adalah Kabupaten Karawang dan Bekasi.

Perusahaan yang merelokasi tempat usahanya banyak yang memilih Jawa Tengah sebagai tujuan karena rata-rata UMR di Kabupaten/Kota yang ada Provinsi tersebut berkisar 40-50 persen lebih rendah ketimbang UMR Kabupaten/Kota yang ditinggalkan. Meskipun hanya selisih kurang lebih 50%, bagi perusahaan yang mempekerjakan ribuan karyawan sangat berpengaruh pada biaya operasional.

Sebagai data pendukung, UMR Kabupaten Karawang tahun 2019 adalah Rp 4.234.000, sedangkan UMR rata-rata Kabupaten/Kota di Jawa Tengah hanya Rp. 2 jutaan.


Tahun ini gejala yang sama masih berpotensi kembali terjadi. Adalah Kabupaten Bogor, Bandung, Subang, Purwakarta, Bandung Barat dan Kota Bandung yang berpotensi tinggi terjadi pemindahan dan penutupan pabrik.

Kabupaten Bogor misalnya, sejumlah pabrik yang berencana relokasi mencapai 54 pabrik dengan total 64 ribu lebih pekerja. Sementara di Kabupaten Subang ada 31 pabrik garmen, dan yang 5 di antaranya sudah tutup lebih awal di tahun 2019 dan berdampak pada 70 ribu pekerja.

"Kebijakan pemerintah harus hati-hati karena menyangkut 130 ribuan pekerja di dua Kabupaten tadi saja, belum daerah yang lain," pungkasnya.

Dikutip dari AyoBandung.com, dengan Judul : Upah Minimum Jabar Disebut Dilematis, 130 Ribu Buruh Terancam Dirumahkan

https://www.ayobandung.com/read/2019/07/30/59108/upah-minimum-jabar-disebut-dilematis-130-ribu-buruh-terancam-dirumahkan

Penulis: Nur Khansa Ranawati
Editor : Andres Fatubun